Gelar Open House, Tanah Lot Digoyang Joget Bumbung

Selasa, 31 Desember 2019 : 11.19
Salah seorang wisatawan pengunjung , mencoba Berjoged Bumbung di arena Open House DTW Tanah Lot, Tabanan, Bali
Tabanan - Manajemen Badan Operasional Daya Tarik Wisata (DTW) Tanah Lot (BODTWTL), Tabanan, menyambut tahun baru 2020 menggelar Open House 2019 selama tiga hari mulai Senin (30/12/2019) - Rabu (1/1/2019) di depan Kantor Manajemen Badan Operasional (DTW) Tanah Lot Tabanan, Bali.

Humas DTW Tanah Lot Kadek Suarniti mengemukakan, acara ini digelar selain untuk merayakan pergantian tahun juga sebagai wujud syukur dan ucapan terima kasih manajemen DTW Tanah Lot kepada para insan pariwisata khususnya Travel agent, Tour Leader dan Sopir yang selama ini berjasa besar dalam meningkatkan kunjungan wisatawan ke Tanah Lot.

"Pemandu wisata guide, travel agen dan sopir pariwisata serta teman-teman wartawan memiliki kontribusi besar dalam mempromosikan DTW Tanah Lot selama ini," ujar Kadek Suarniti yang akrab dipanggil dengan nama Jero Niti ini di sela-sela acara Open House hari kedua, Selasa (31/12/2019) pagi.

Menurut Jero Niti, target kunjungan wisatawan ke Tanah Lot yahun ini sejumlah 3.070.000 orang wisatawan, meningkat 58.987 orang sekitar 1,9 persen dari target tahun lalu sejumlah 3.011.013 orang wisatawan.

"Berdasarkan data kunjungan wisatawan, sampai tanggal 30 Desember kemarin, target tersebut tampaknya tidak tercapai. Padahal tahun sebelumnya target sudah tercapai pada bulan November, sebulan sebelum tutup tahun," katanya berterus-terang.

Disebutkan, data kunjungan wisatawan ke DTW Tanah Lot sampai tanggal 30 Desemebr 2019 tercatat 2.785.898 orang. Pada periode yang sama tahun lalu kunjungan wisatawan tercatat 3.326.971 orang.

"Bila dibandingkan jumlah kunjungan tahun lalu pada periode yang sama ada penurunan kunjungan sekitar 16 persen," katanya.

Menurut Jero Niti, melihat data kunjungan wisatawan tersebut, pihaknya pesimis target kunjungan wisatawan tahun 2019 ini tercapai atau bisa melewati angka kunjungan 3 juta wisatawan seperti tahun-tahun sebelumnya yang selalu melampaui angka 3 juta orang wisatawan.

Berdasarkan data kunjungan wisatawan yang ada, Kadek Suarniti mengakui bila kunjungan wisatawan ke Tanah Lot sejak tahun 2016 cenderung mengalami penurunan meski pihaknya sudah maksimal melakukan berbagai hal.

Baik itu peningkatan fasilitas dan infra struktur maupun hal-hal lainnya demi keamanan dan kenyamanan wisatawan di Tanah Lot.

"Penurunan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Tanah Lot banyak faktor yang mempengaruhi. Kami menduga penyebab faktor eksternal yang lebih berpengaruh. Tahun ini penuruan wisatawan diduga kuat karena adanya kasus wisatawan Tiongkok setahun lalu, masih mahalnya harga tiket pesawat dan adanya Pemilu pemilihan presiden juga berpengaruh terhadap penurunan wisatawan," duganya.

Sementara itu, terkait acara Open House pihak manajemen tetap menghadirkan joged bumbung yang menjadi atraksi special yang digelar pada setiap even Open House. Atraksi joged bumbung digelar sore hari selama acara Open House

"Sama seperti tahun-tahun kemarin, Open house tahun ini kami juga menghadirkan para penari joged yang siap bergoyang dengan para pengunjung. Kemarin sore cukup banyak wisatawan yang turun ikut berjoged," pungkasnya. (gus)
Bagikan Artikel

Rekomendasi