Gandeng Kampus, OJK Tingkatkan Literasi Keuangan Masyarakat Melalui Program KKN

Jumat, 06 Desember 2019 : 18.05
Kepala OJK Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara Elyanus Pongsoda/ist
Denpasar - OJK Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara terus mengadakan sosialisasi dan edukasi kepada seluruh lapisan masyarakat termasuk menggandeng kampus untuk meningkatkan inklusi dan literasi keuangan melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Kepala OJK Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara Elyanus Pongsoda menyatakan hal itu saat Rapat Rapat Pleno TPAKD Provinsi Bali Tahun 2019 di Kantor OJK Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara, Jumat (6/12/2019).

Melalui Tim Kerja Satgas Waspada Investasi Provinsi Bali, pihaknya secara rutin berkoordinasi dengan seluruh anggota dan bertukar informasi tentang praktek-praktek investasi ilegal yang ada di Bali.

Pihaknya juga terus meningkatkan kerjasama terutama dengan kalangan Universitas di Bali dalam mengadakan program edukasi ke masyarakat di pedesaan melalui program KKN yang melibatkan Tim Satgas Waspada Investasi Provinsi Bali.

Nantinya, kegiatan itu untuk mensosialisasikan waspada investasi, karena hampir setiap tahun ada saja kasus-kasus investasi ilegal di Bali dimana korbannya adalah masyarakat Bali sendiri.

Selain itu, program Galeri Investasi bekerjasama dengan Bursa Efek Indonesia harus terus ditingkatkan untuk mengenalkan investasi di Pasar Modal sejak dini kepada mahasiswa di Bali.

Elyanus melaporkan, saat ini terdapat 11 Galeri Investasi di 11 Universitas di Bali dengan jumlah investor dari kalangan mahasiswa dan akademisi lebih dari 2.000 investor dengan jumlah transaksi di Pasar Modal mencapai Rp64 Milyar di tahun 2019.

Dengan program Yuk Nabung Saham, masyarakat di Bali dapat menjadi investor pasar modal dan membeli saham saham di bursa efek dengan modal minimal Rp100.000 saja sehingga mahasiswapun dapat menjadi investor.

"Kami berharap Gubernur Bali beserta Dinas Pendidikan Provinsi Bali dan jajarannya dapat membantu mensukseskan Gerakan Indonesia Menabung melalui gerakan One Student One Account," harap dia.

Program ini sangat penting untuk menanamkan kesadaran menabung sejak dini kepada para siswa calon investor masa depan di industri keuangan kita. Di Tahun 2018, terdapat 4.658 sekolah (1.641 TK, 2.444 SD, 414 SMP, 159 SMA) dengan total lebih dari 750 ribu siswa di Bali.

"Jika kita bisa membuat gerakan Menabung Seribu Sehari, maka potensi Dana Pihak Ketiga yang dapat diserap oleh Industri Perbankan dapat mencapai Rp22,5 Milyar setiap bulannya," sebutnya.

Namun yang lebih penting dari itu, adalah menanamkan kesadaran menabung sejak dini untuk generasi masa depan Indonesia. Oleh karena itulah tanggal 20 Agustus 2019 lalu, dicanangkan sebagai Hari Menabung Nasional.

Tentunya masih banyak program-program yang bertujuan untuk mempercepat akses keuangan di Bali yang dapat dilakukan seperti program tabungan emas dan kredit ultra mikro melalui Pegadaian dan PNM, program penjaminan kredit melalui perusahaan penjaminan seperti Jamkrida, Akrindo, Jamkrindo dan program-program lainnya di industri asuransi dan industri pembiayaan. (lif)
Bagikan Artikel

Rekomendasi