Diresmikan Kapolda Golose, RS Bhayangkara Denpasar Miliki 87 Ruang Inap

Jumat, 27 Desember 2019 : 20.24
Kapolda Bali Irjen Pol Petrus Reinhard Golose saat meresmikan Gedung Paviliun RS Bhayangkara Denpasar/bidhumas
Denpasar - Rumah Sakit Bhayangkara Denpasar kini bisa menampung lebih banyak pasien karena memiliki 87 ruang inap setelah berdiri Gedung Paviliun dilengkapi sarana dan prasana pelayanan kesehatan yang modern.

Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose meresmikan Gedung Paviliun dihadiri, Sespusdokkes Polri Kombes Pol. dr. Asep Hendradiana, Sp.An.,KIC.,M.Kes, Kabidyankes Kombes pol. Dr. dr. Purwadi Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. Ketut Suarjaya

Gedung Paviliun ini, terdiri dari empat lantai, dengan lantai dasar dipergunakan sebagai parkir kendaraan pengunjung dan pasien, lantai 1 merupakan ruang rawat inap yang terdiri dari ruang kebidanan dan bayi, dan kamar perawatan (kelas 1, 2, dan 3), lantai 2 merupakan kamar perawatan pasien (VIP, VVIP, kamar kelas 1 dan 2), secara keseluruhan terdapat 53 tempat tidur.

Karumkit Bhayangkara Denpasar Pembina dr Ni Made Murtini, menyampaikan, pembangunan Paviliun Prasanti Raditya Grihasta yang berarti "rumah yang memancarkan kedamaian dan ketenangan" merupakan bantuan hibah dari Bupati Badung dengan mulai pembangunan pada bulan mei 2019 sampai 16 Desember 2019.

Gedung ini, mendapat bantuan alat kesehatan dari Kapusdokkes Polri.Sehingga diharapkan setelah peresmian gedung ini dapat segera dioperasikan untuk melayani masyarakat khususnya anggota Polri dan keluarganya.

Irjen Golose mengatakan, pembangunan sarana kesehatan di setiap daerah , merupakan langkah strategis yang harus diambil oleh setiap pimpinan daerah, sebagai upaya untuk memberikan pelayanan terbaik bagi setiap masyarakat yang membutuhkan pertolongan khususnya di bidang kesehatan.

Selain itu pembangunan sarana kesehatan merupakan langkah nyata dalam meningkatkan sumber daya manusia yang unggul.

“Paviliun ini setelah dibangun ulang dengan dilengkapi fasilitas kesehatan modern membuat saya terenyuh dan teramat sangat terharu setelah mengecek paviliun Prashanti Raditya Grihasta,” terang Golose.

Kapolda mengatakan, ide pembangunan gedung ini berawal ketika mengunjungi seniornya yaitu KBP Drs. Ndang Supriyatna yang merupakan Kepala Biro Logistik Polda Bali sedang dirawat inap di RS. Trijata - Denpasar.

Dirinya melihat keadaan Rumah Sakit Bhayangkara ini dari fasilitas lampu termasuk tidak memenuhi syarat sebagai layaknya Rumah Sakit, selain itu keadaan rumah sakit pada saat itu belum terakreditasi.

"Dari situ saya mencanangkan untuk melakukan renovasi bangunan lama dan bantuan dari Bupati Badung juga bisa diselesaikan diawal tahun 2018," imbuhnya.

Setelah melihat itu, beberapa kali dirinya mendatangi sampai mempunyai fasilitas Hiperbarik dari Pusdokkes Mabes Polri. “Di sini kita bisa ketahui, sepanjang tahun 2019 sebanyak 40 orang anggota Polri meninggal. Ini termasuk tinggi tingkat kematian di Polda Bali.

Dia meminta setiap anggota bisa dikolonoskopi. Kolonoskopi adalah prosedur yang dilakukan untuk memeriksa kondisi usus besar dan bagian akhir dari usus besar (rektum) guna mendeteksi adanya ketidaknormalan pada usus besar dan rektum, seperti jaringan usus yang bengkak, iritasi, luka, polip, atau kanker.

Dengan diresmikannya Paviliun “Prashanti Raditya Grihasta" dari jumlah ruang inap sebelumnya 55 ruangan kini menjadi 87 ruangan.

"Perintah saya kepada Kabid Dokkes dan Karumkit Bhayangkara search semua anggota Polda Bali kira-kira lagi perawatan dimana, untuk segera taking care ke rumah sakit bhayangkara kita.

Sehingga menyambut tahun baru 2020 paviliun ini bisa bermanfaat untuk anggota polri khususnya Polda Bali.

Selaku pimpinan Polda Bali, Golose mengucapkan terima kasih kepada Bupati Badung yang telah memberikan kelancaran dan kemudahan dalam pembangunan Paviliun Prasanti Raditya Grihasta RS Bhayangkara Denpasar ini.

"Semoga dengan dibangunnya gedung ini dapat memberikan peningkatan dalam hal pelayanan serta kenyamanan bukan hanya untuk anggota Polri dan keluarganya namun juga untuk masyarakat Bali yang membutuhkan,” demikian Golose. (riz)

Rekomendasi