Capai Rp5,086 Triliun, Penyaluran KUR di Bali Lampaui Target

Jumat, 06 Desember 2019 : 17.49
Kepala OJK Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara Elyanus Pongsoda
Denpasar - Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Provinsi Bali hingga bulan November 2019 ini mencapai Rp5,086 Triliun atau telah melampaui target sebesar 101,68%.

Kepala OJK Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara Elyanus Pongsoda mengungkapkan, Survey Nasional Literasi Keuangan Indonesia (SNLKI) tahun 2019, indeks literasi keuangan nasional sebesar 38,03% dan indeks inklusi keuangan nasional sebesar 76,19%.

"Sedangkan untuk di Provinsi Bali, tingkat literasi sebesar 38,06% dengan tingkat inklusi 92,91%," sebutnya saat Rapat Pleno TPAKD Provinsi Bali Tahun 2019 di Kantor OJK Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara, Jumat (6/12/2019).

Meskipun tingkat inklusi di Bali telah di atas target nasional untuk tahun 2019, namun tetap terus meningkatkan kemudahan akses keuangan dan literasi masyarakat sehingga masyarakat tidak terjebak pada penawaran-penawaran investasi ilegal dan rentenir.

Untuk itulah, sesuai arahan Presiden Jokowi kepada Kementerian Dalam Negeri, agar membentuk Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) di seluruh Provinsi dan Kabupaten di Indonesia.

Dijelaskan, TPAKD adalah forum koordinasi antar instansi dan stakeholders terkait untuk meningkatkan percepatan akses keuangan masyarakat dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta mewujudkan masyarakat lebih sejahtera.

TPAKD Provinsi Bali dibentuk dengan SK Gubernur No.1073/01-D/HK/2016 tanggal 31 Maret 2016 dan anggotanya dikukuhkan pada tanggal 27 Juni 2016 oleh Wakil Gubernur Provinsi Bali dan Anggota Dewan Komisioner OJK Bidang EPK.

SK tersebut kemudian diperbarui dengan SK Gubernur Bali No.1608/01-I/HK/2018 tanggal 30 April 2018 dengan Gubernur dan Wakil Gubernur Bali sebagai Pengarah.

Program-program prioritas TPAKD Provinsi Bali adalah meningkatkan akses masyarakat terhadap Kredit Usaha Rakyat (KUR) bersama dengan bank penyalur KUR yang berkantor di Bali.

Kemudian, membantu program pemerintah dalam ketahanan pangan melalui optimalisasi program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP), Asuransi Usaha Ternak Sapi (AUTS), dan Asuransi Nelayan bekerja sama Dinas terkait dan PT. Jasindo Cabang Denpasar.

Program terus digencarkan sepertti sosialisasi tentang keuangan untuk meningkatkan inklusi dan literasi keuangan masyarakat di Bali. Elyanus menambahkan, tujuan rapat untuk melakukan evaluasi terhadap program kerja TPAKD Provinsi Bali tahun 2019 serta membahas program kerja tahun 2020.

Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa salah satu tujuan dari berdirinya OJK adalah mewujudkan terselenggaranya seluruh kegiatan di dalam sektor jasa keuangan secara teratur, adil, transparan, dan akuntabel.

Hal ini sangat erat kaitannya dengan tingkat inklusi dan literasi keuangan masyakarat Indonesia. Sebagai informasi bahwa target tingkat inklusi keuangan di tahun 2019 oleh Presiden Joko Widodo adalah sebesar 75%.

"Kami laporkan bahwa pencapaian KUR hingga November 2019 mencapai 101,68% dari target KUR di Bali sebesar Rp5,086 Triliun".

Tersebar di seluruh Kabupaten/Kota di Provinsi Bali dengan penyerapan di 3 besar sektor yaitu Perdagangan Besar dan Eceran sebesar 43%, Pertanian sebesar 18%, dan Industri Pengolah sebesar 15%.

OJK mengapresiasi seluruh Bank penyalur KUR di Bali karena dapat mencapai target di atas 100% serta menjaga kualitas NPL KUR di tahun 2019 di bawah 1%.

Pihaknya mengucapkan selamat kepada BPD Bali sebagai salah satu nominasi BPD penyalur KUR terbaik di tahun 2019. Harapnnta, prestasi ini dapat dipertahankan dan ditingkatkan di tahun 2020.

Sebagai salah satu program prioritas TPAKD Provinsi Bali tahun 2019, kami telah membangun website www.kurbali.com.

Dengan mengusung tema Website KUR untuk Semeton Bali, website ini telah kami perkenalkan kepada seluruh Dinas Koperasi dan UKM 9 Kabupaten/Kota pada tanggal 20 September 2019.

Tujuan dari website ini untuk mempermudah UMKM di Bali dalam mengakses KUR. Dengan adanya website ini, pelaku UMKM dapat mengajukan KUR kapanpun dan dari mana saja.

Dengan fitur-fitur yang ada di dalamnya, kurbali.com juga dapat menjadi sumber informasi terkini tentang KUR di Provinsi Bali.

Mempermudah pemerintah daerah dalam mensosialisasikan KUR kepada UMKM di wilayahnya masing-masing. Dengan didukung oleh program pemerintah daerah Provinsi Bali 1 desa 1 wifi, kurbali.com dapat dapat diakses dari desa.

Melalui kurbali.com, kita akan memiliki data tentang proses KUR di bank-bank penyalur KUR sehingga kendala-kendala yang ditemukan dapat diselesaikan dengan koordinasi antar stakeholder di daerah.

Sejak pertama kali diperkenalkan, kami telah melaksanakan sosialisasi di Kabupaten Badung, Tabanan, Klungkung, Bangli, dan minggu depan di Kabupaten Buleleng. Hingga saat ini, website tersebut telah diakses lebih dari 20.000 kali.

Terdapat 529 pengajuan KUR dari seluruh wilayah Provinsi Bali melalui website ini dengan total pengajuan mencapai Rp37,5 milyar.

Seluruh pengajuan telah diproses oleh Bank penyalur KUR dan hingga saat ini baru disetujui 14 pengajuan KUR Mikro melalui website ini dengan total plafond sebesar Rp330 juta.

Beberapa pengajuan terpaksa ditolak oleh bank penyalur KUR karena tidak sesuai dengan ketentuan seperti memiliki kredit macet di industri keuangan.

Meskipun jumlah pengajuan yang disetujui masih relatif sedikit namun keberadaan website ini kami pandang sangat bermanfaat dalam mempermudah masyarakat untuk mengakses KUR di Bali.

"Dapat kami informasikan bahwa pengajuan KUR melalui website ini hanya ada di Bali dan yang pertama di Indonesia," demikian Elyanus. (lif)

Rekomendasi