Bidik Kaum Milenial di Bali, Jamsostek Edukasi Proteksi Sosial

Minggu, 22 Desember 2019 : 08.20
Sosialisasi urgensi BP BPJS Ketenagakerjaan di kalangan milenial dan kelompok masyarakat di Denpasar
Denpasar - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BP Jamsostek) atau BPJS Ketenagakerjaan terus melakukan edukasi kepada masyarakat utamanya kaum milenial kampus tentang pentingnya proteksi sosial ketika menghadapi kecelakaan kerja hingga kematian.

Deputi Direktur Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Bali Nusa Tenggara Papua Deny Yusyulian menyatakan hal itu, dalam sosialisasi bertajuk urgensi BP BPJS Ketenagakerjaan di kalangan milenial dan kelompok masyarakat di Denpasar, Sabtu (21/12/2019).

"Negara hadir dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat seperti dalam kegiatan sosialisasi urgensi BP BPJS ini," kata Denny di Denpasar, Sabtu (21/12/2019).

Dia menekankan, pentingnya membekali pengetahuan tentang BP Jamsostek atau mengedukasi masyarakat mulai di bangku kuliah. Mereka yang masuk generasi milenial secara otomatis perlu memiliki wawasan proteksi terhadap dirinya. Selama ini, mereka mengenal sebagai asuransi.

"Ini bukan asuransi, melainkan proteksi sosial, karena pada dasarnya setiap penduduk memiliki jiwa gotong royong," imbuhnya dalam sosialisasi yang dipandu mantan Koordinator Wilayah MP BPJS Bali Nusa Tenggara Achmad Baedowi.

Dalam jiwa gotong royong ini, kata Denny, mereka yang sehat membantu yang sakit, yang muda membantu yang tua, mereka yang penghasilan tinggi, membantu yang berpenghasilan rendah.

Dengan mengikuti proteksi sosial social securuty ini, mereka menabung di BP Jamsostek, akan mendapatkan menfaat saat terjadi kecelakaan kerja dan kematian

Saat sosialisasi yang dihadiri 100 lebih peserta dari mahasiswa, LSM, organisasi sosial kemasyarakatan lainnya di Bali itu, disampaikan pula keberadaan agen perisai yang merupakan perpanjangan tangan Jamsostek.

Dengan terbatasnya SDM BP Jamsostek di wilayah Bali Nusa Tenggara Papua, maka keberadaan agen perisai, sangat membantu dalam mensosialisasikan program proteksi sosial hingga ke masyarakat luas.

"Bukan soal uangnya, tetapi bagaimana bisa mendapatkan program BP Jamsostek bagi lingkungan yang sudah terlindungi, dengan Rp 16.800 perbulan, mendapatkan manfaat jika terjadi kecelakaan kerja dan kematian," tuturnya dalam acara yang dihadiri Ketua BP Jamsostek Cabang Bali Denpasar Muhamad Irfan dan Korwil MP BPJS Bali Nusa Tenggara Fachrudin Piliang.

Sampai saat ini, kata Denny, kepesertaan BP Jamsostek di Bali khususnya masih minim. Dari sekira 4 juta penduduk, baru sekira 300 ribu yang sudah memiliki perlindungan sosial Jamsostek.

Tentunya, ke depan, pihaknya akan terus menggalang kolaborasi dengan berbagai kelompok masyarakat untuk lebih mengenalkan proteksi sosial yang ditawarkan BP Jamsostek.

Dalam kesempatan sama, Koordinator Nasional Masyarakat Peduli Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (Kornas MP BPJS) Herry Susanto menambahkan, organisasi yang dipimpinnya menghimpun para pekerja, pelajar dan mahasiswa.

"Di MP BPJS, tidak ada pemberi kerja, statusnya sama sebagai masyarakat peserta BP Jamsostek," kata Herry.

Herry yang memimpin MP Jamsostek periode 2016-2021 ini mendorong bagaimana program perlindungan sosial ini Jamsostek ini, bisa benar-benar memberikan jaminan kesejahteraan sosial.

"Kami ingin bangun, nasionalisme sosial melalui organisasi ini," imbuhnya. (rhm)
Bagikan Artikel

Rekomendasi