Atasi Sampah di Gianyar, Pegadaian Siapkan Bank Daur Ulang Bedulu

Senin, 02 Desember 2019 : 17.47
Kepala Kantor PT Pegadaian Wilayah VII Denpasar, Nuril Islamiah saat peresmian Bank Daur Ulang di Gianyar didampingi Bupati Gianyar Agus Mahayastra/ist
Gianyar - PT Pegadaian (Persero) membantu mewujudkan bank daur ulang sampah di Kabupaten Gianyar Bali sebagai solusi dalam mengatasi masalah sampah.

Percontohan bank daur ulang sampah yang direalisasikan PT Pegadaian (Persero) dinamakan “The Gade Clean & Gold BADAULU (Bank Daur Ulang Bedulu)”.

Pembuatan bank daur ulang bedulu itu, merupakan bantuan dana CSR dari PT. Pegadaian (Persero) yang diresmikan di Jl. Pura Dalem Puri-Pura Samuan Tiga Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh Kabupaten Gianyar, Senin (2/12/201).

Hadirnya bank daur ulang ini merupakan komitmen dari PT Pegadaian dimana pegadaian bisa bermanfaat dan memberi kemanfaatan, salah satunya adalah dengan mewujudkan Bank Daur Ulang yang merupakan implementasi dari peduli terhadap lingkungan.

Diketahui, Direktur Utama PT Pegadaian (Persero) Kuswiyoto dalam acara Bincang Bintang Nasional di Karangasem, Jumat (29/11/2019) sempat menawarkan pembangunan bank sampah dengan menggunakan CSR PT Pegadaian.

Kuswiyoto bahkan sampai menawarkan kepada semua pihak yang peduli terhadap lingkungan untuk bersama-sama mendorong program ini.

Kepala Kantor PT Pegadaian Wilayah VII Denpasar, Nuril Islamiah disela peresmian Bank Daur Ulang di Gianyar didampingi Bupati Gianyar Agus Mahayastra, mengungkapkan, jika lingkungan sudah bersih tentu akan membawa hal positif dalam mencapai yang lebih baik lagi.

Pihaknya berterima kasih kepada kepada Pemerintah Kabupaten Gianyar yang telah memfasilitasi terbangunnya bank daur ulang/bank sampah, pegadaian juga membuka diri bagi siapa saja yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan.

“Kami tidak punya lahan, tapi kami punya semangat membantu siapa saja yang peduli akan lingkungan,” kata Nuril

Pegadaian, kata Nuril ingin terbangunnya bank sampah yaitu, bisa merubah pola pikir masyarakat bahwa sampah itu bukanlah sesuatu yang menjijikan, sampah itu bukan barang kotor, bukan hal yang menakutkan untuk diperangi atau apapun namanya, akan tetapi sampah itu bisa menjadi teman jika dikelola dengan baik dan bisa mendatangkan keuntungan.

“Nilai investasi untuk membangun bank sampah ini sekitar Rp 250 juta, disamping juga hari ini diserahkan CSR Pegadaian bagi pengurus pura dan PAUD,” katanya menyebutkan.

Diberikannya CSR bagi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) menurut Nuril, tidak lain untuk mendidik anak sejak usia dini sadar akan sampah dan kebersihan.

Ditegaskan, pihaknya tidak muluk-muluk dengan keberadaan bank sampah ini, tapi sebenarnya bagaimana pesan edukasi terhadap masyarakat bisa tersampaikan.

Nantinya masyarakat tidak akan mendapatkan uang tunai untuk pembayaran, tapi akan mendapat emas sebagai investasi dalam bentuk tabungan emas.

Dalam kesempatan sama, Bupati Gianyar Agus Mahayastra menyampaikan, Bali saat ini dalam keadaan darurat sampah. Keberadaan bank daur ulang ini jawaban atas apa yang terjadi. Artinya, bank daur ulang menjadi solusi penanganan sampah di Gianyar.

Agus sependapat dengan apa yang disampaikan Kepala Kantor PT Pegadaian Wilayah VII Denpasar, Nuril Islamiah, bagaimana membangun kesadaran masyarakat berteman dengan sampah.

"Tanpa harus memerangi sampah, atinya, bagaimana kita secara bersama-sama menumbuhkan kesadaran masyarakat,” tukasnya. Keberadaan bank daur ulang bisa jadi tepat, apalagi hasil sampah di Gianyar 240 ton tiap hari belum termasuk industri hotel.

Ia juga berharap kelak bisa menjadi bupati yang melegenda karena berhasil menangani sampah. Juga menyampaikan terima kasih seluas-luasnya kepada pihak yang telah membantu terwujudnya bank daur ulang ini.

Turut hadir Deputy Oprasional Kanwil VII Denpasar, Deputy Bisnis Area Denpasar 1, Manager Bisnis Analyst Kanwil VII Denpasar, Manajer Logistik Kanwil VII Denpasar, Pimpinan Cabang Se-Area Denpasar 2, Asmen PKBL Kanwil VII Denpasar, Asmen Humas Kanwil VII Denpasar. (rhm)

Rekomendasi