Upacara Tawur Balik Sumpah, Bandara Ngurah Rai Jaga Tri Hita Karana

Rabu, 13 November 2019 : 07.36
Badung - Guna mengharmoniskan Tata Ruang Tri Hita Karana Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai – Bali menggelar upcara Tawur Balik Sumpah. Bandara Ngurah selalu menjunjung tinggi nilai-nilai filosofis leluhur yang diwujudkan melalui berbagai medium.

Dengan tujuan untuk mengharmoniskan kembali tata ruang Tri Hita Karana, serta untuk menetralisir unsur negatif (butha kala) menjadi unsur positif, manajemen PT Angkasa Pura I (Persero) selaku pengelola Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai – Bali menggelar rangkaian upacara Tawur Balik Sumpah.

Rangkaian upacara berlangsung dari 25 Oktober, serta akan paripurna pada 16 November mendatang. Pada Selasa (12/11/2019), di Pura Jagat Tirtha, digelar puncak karya rangkaian upacara Tawur Balik Sumpah, Pedudusan Agung Menawa Ratna Lan Caru Wrheraspati Kalpa Utama, Rsi Gana Ageng, Pujawali Utama Pura Jagat Tirtha.

General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai – Bali, Herry A.Y. Sikado menjelaskan, upacara Tawur Balik Sumpah merupakan upacara dengan tingkatan utama yang wajib dilaksanakan dalam kurun waktu 35 tahun sekali.

"Tujuan rangkaian upacara ini adalah untuk menyelaraskan kembali Tri Hita Karana atau harmonisasi tiga unsur, yaitu hubungan sesama manusia, hubungan manusia dengan alam, serta hubungan manusia dengan Sang Pencipta,” ujarnya.

Upacara juga ditujukan membangun kesadaran kolektif masyarakat, khususnya di lingkungan bandar udara, untuk selalu sadar akan kewajibannya terhadap Sang Pencipta alam semesta, serta untuk membina harmonisasi Tri Hita Karana.

Rangkaian upacara ini juga sebagai wujud permohonan kepada Sang Pencipta, untuk memohonkan agar supaya operasional bandar udara selalu berjalan dengan lancar, serta agar Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai dapat terus menerus memberi dampak positif terhadap lingkungan sekitarnya.

"Semoga melalui rangkaian upacara ini, bandar udara beserta lingkungan di sekitarnya, termasuk warga masyarakat desa adat penyangga bandar udara dan masyarakat Bali pada umumnya, senantiasa berada dalam lindungan-Nya, serta selalu diberikan keberkahan dan kebahagiaan,” ucap Herry.

Sebelumnya dilaksanakan beberapa upacara sejak dimulainya rangkaian pada tanggal 25 Oktober lalu dan 7 November lalu, upacara Melasti yang bertempat di pantai di area bandar udara.

Minggu, 9 November, digelar upacara Tawur Balik Sumpah Utama di area sisi udara di selatan landas pacu bandar udara

“Dengan kembali harmonisnya tata ruang Tri Hita Karana, secara langsung akan menyelaraskan kembali hal-hal spiritual di lingkungan bandar udara. Ke depan, kami selaku pengelola bandar udara akan segera melaksanakan pengembangan bandar udara," ucapnya.

Melalui rangkaian upacara ini, kami turut memohon kepada Sang Pencipta untuk senantiasa memberikan perlindungan demi kelancaran pekerjaan pengembangan Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai – Bali.

"Nantinya akan semakin memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar, masyarakat Bali, serta bagi seluruh pengguna jasa bandar udara,” demikian Herry. (riz)

Rekomendasi