Terseret Arus, Pencari Tanaman Akar Batu Hilang di Perairan Nusa Penida

Sabtu, 02 November 2019 : 21.35
Nusa Penida - Muhammad Tohir (20), warga asal Dusun Bangsal, Desa Labuan Lalar, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat, NTB diduga terseret arus bawah laut saat mencari tanaman laut jenis akar batu di perairan Nusa Penuda, Klungkung.

Korban hilang di sekitar Water Sport Samala perairan Banjar Telaga, Desa Kutampi Kaler, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Jumat (1/11/2019).

Kejadian bermula, saat korban bersama temannya, Daim (25) menyelam pukul 10.00 Wita. Mereka menyelam hanya dengan menggunakan 1 tabung, nantinya digunakan secara bergantian.

Sekitar 30 menit menyelam, mereka berada di kedalaman 50 meter dan oksigen dalam tabung sudah habis. Saat itu juga Daim baru menyadari Tohir sudah tidak ada bersamanya.

Dia tergesa-gesa berenang ke permukaan karena sudah merasa tidak nyaman kekurangan oksigen. Rekan-rekan korban menyaksikan kondisi Daim segera memberikan pertolongan, selanjutnya berusaha mencari Tohir, namun tak ditemukan.

Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas Bali) mendapatkan laporan pada pukul 15.20 Wita dari Sudarsa (Polsek Nusa Penida). Kebetulan posisi Unit Siaga SAR Nusa Penida berdekatan dengan Samala Water Sport.

Usai melakukan koordinasi, tim SAR gabungan langsung melakukan pencarian dengan menggunakan rubber boat.

"Area penyisiran difokuskan pada koordinat 8°40'29.35"S - 115° 32'42.39"T, diduga titik korban hilang terseret arus bawah laut," jelas Kepala Kantor Basarnas Bali Hari Adi Purnomo. Hingga petang, mereka belum berhasil menemukan tanda-tanda keberadaa Tohir.

"Setelah operasi SAR yang kemarin dilakukan hasilnya nihil, tadi pagi diturunkan 4 personil dari Basarnas Bali bersama Balawista, Polsek Nusa Penida, dan pihak water sport, melakukan penyisiran menggunakan rubber boat serta speed boat," ungkap Hari.

Sesuai rencana operasi SAR, luas area penyisiran ditentukan 10 Nm2 dengan metode paralel search. Masing-masing SRU terbagi di 2 are, disamping itu pemantauan di darat. Namun sampai dengan pukul 18.00 Wita, korban belum ditemukan. (rhm)

Rekomendasi