Tari Rejang Renteng Awali Bhakti Penganyar Pura Pasar Agung

Kamis, 14 November 2019 : 17.49
Karangasem - Pentas tari Rejang Renteng menjadi bagian serangkaian Karya Pujawali di Pura Pasar Agung Giri Tolangkir Karangasem bertepatan Purnama Kalima, Kamis (14/11/2019).

Pemkot Denpasar turut melaksanakan Bhakti Penganyar bersama OPD di lingkungan Pemkot Denpasar, Kamis (14/11/2019). Sejak pagi hari, silih beraganti umat Hindu datang untuk menghaturkan bhakti.

Turut berbaur bersama masyarakat dalam kesempatan tersebut Ketua WHDI Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara bersama pimpinan OPD di lingkungan Pemkot Denpasar serta krama desa dan pengayah.

Seluruh rangkaian bhakti penganyar berlangsung khidmat yang diawali pementasan Tari Tari Rejang Renteng, Tari Baris Gede, Topeng Wali, dan Topeng Sidhakarya oleh Desa Pakraman Anggabaya.

Pelaksanaan bhakti penganyar diakhiri dengan persembahyangan bersama yang dipuput Ida Pedanda Gede Putra Mas, Griya Gede Mas Timbul, Paguyangan.

Prawartaka Karya, Jro Mangku Gede Kumbara menjelaskan, Pura Pasar Agung Besakih Giri Tolangkir ini merupakan pura Khayangan Jagat. Pujawali dilaksanakan bertepatan rahina Purnama Kalima pada Selasa (12/11).

Setelah itu, rangkaian karya dilanjutkan dengan Bhakti Penganyar oleh Pemerintah Provinsi serta Kabupaten/kota se-Bali. Penyineban dilaksanakan pada 24 November mendatang.

“Karya ini kami laksanakan sebagai wujud bhakti kehadapan Ida Sang Hyang Widi Wasa untuk memohon anugerah kesejahteraan dan kedamaian umat,” jelas Jro Mangku Gede Kumbara.

Kabag Kesra Setda Kota Denpasar, Raka Purwatara mengatakan bahwa Bhakti Penganyar ini merupakan wujud bhakti umat terhadap Ida Bhatara.

"Sehingga pelaksanaan yadnya ini dapat dimanfatkan seluruh umat Hindu sebagai ajang mulatsarira serta meningkatkan sradha dan bhakti umat dalam menjalankan swadarma," tuturnya.

Yadnya sebagai wujud syukur dapat terus dilaksanakan guna meningkatkan sradha dan bhakti umat sesuai dengan swadarma menuju keseimbangan alam semesta.

"Serta dapat memancarkan energi Dharma yang dapat memberikan hal positif bagi jagat Bali untuk membersihkan dan menetralisir hal- hal negatif yang tidak diinginkan demi terciptanya keseimbangan jagat beserta isinya,” jelasnya. (riz)

Rekomendasi