Seminar KAGAMA, SDM Indonesia Harus Mampu Hadapi Revolusi Industri 4.0

Jumat, 15 November 2019 : 00.08
Denpasar - Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia harus mampu menghadapi era revolusi Industri 4.0 yang berbasis digitalisasi.

Hal itu terungkap saat Keluarga Alumni Gajah Mada (KAGAMA) menggelar Seminar Nasional Pra Munas putaran kelima. Seminar kali ini mengusung tema Kesiapan SDM Indonesia Menghadapi Revolusi Industri 4.0: Roadmap Pembangunan SDM Indonesia.

Kegiatan dibuka resmi di Hotel Inna Grand Bali Beach, Sanur Bali, Kamis (14/11/2019).

Kegiatan menghadirkan lima narasumber yang kompeten di bidangnya, yakni Rektor UGM Panut Mulyana, Ekonom Faisal Basri, Rektor Unud Raka Sudewi, Ekonom CORE Indonesia Hendri Saparini, CEO Ruangguru, Adamas Belva Syah Devara dengan moderator presenter TV One, Brigita Manohara.

KAGAMA ingin menghimpun gagasan tentang bagaimana peta jalan pembangunan SDM Indonesia dalam menghadapi tantangan zaman yang ditandai oleh kemajuan teknologi informasi.

"Salah satu tantangan yang dihadapi bangsa ini adalah bagaimana mempersiapkan sumber daya manusia yang mampu menggerakkan dan memanfaatkan teknologi revolusi industri 4.0 dalam mendorong pembangunan ekonomi nasional, daya saing, dan kesejahteraan sosial," ujar Sekjen PP KAGAMA, AAGN Ari Dwipayana, saat pembukaan Seminar Nasional.

Data World Economic Forum dan peringkat Indonesia di Global Innovation Indeks (GII) 2019 menunjukkan bahwa posisi Indonesia masih tertinggal. Menurut Ari Dwipayana, diperlukan usaha-usaha luar biasa untuk memacu tingkat inovasi nasional, baik pada input maupun output.

Kata dia, penting dan mendesak untuk menaruh perhatian pada sektor pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, dan kewirausahaan, selain pembenahan-pembenahan struktural pada ekosistem politik, riset dan reproduksi pengetahuan, ekonomi, penegakan hukum, dan keuangan.

Sejumlah faktor penentu revolusi industri 4.0, khususnya pada pengembangan SDM ini menghadapi tantangan pelik. Sektor pendidikan, kesehatan, dan kewirausahaan yang menjadi penggerak kemajuan bangsa di bidang industri, jasa, dan perdagangan, menghadapi tantangan yang tidak sederhana.

"Padahal keempat sektor tersebut akan menentukan dinamika sektor-sektor tradisonal seperti pertanian, perikanan, peternakan, dan kerajinan. Tantangan yang dihadapi adalah nyata dan tidak ringan," tegas Ari.

Rektor UGM Panut Mulyana dalam pemaparannya mengatakan, dalam menghadapi industri revolusi 4.0 SDM harus memiliki karakter yang kuat dan etos kerja baik.

Sebab itu harus dibangun dari diri sendiri untuk membenahi SDM dalam industri revolusi 4.0. yang mana di era ini manusia harus berkompetisi untuk terus maju dalam industri dengan inovasi-inovasi yang harus beda dan bagus serta bisa diterima halayak banyak.

Dalam kesempatan sama, Rektor Unud Raka Sudewi menjelaskan, SDM adalah hal yang krusial dimana Indonesia ada diperingkat 70 dari 129 Negara di Dunia dalam SDM Global Innovation Indeks.

"SDM haruslah mampu mengembangkan kreatifitas dengan inovasi berbasis digital," katanya menegskan.

Apa lagi generasi melineal saat ini sangat cepat dalam mencari informasi-informasi di dunia digital, untuk itu para generasi ini haruslah diarahkan ke hal-hal baik dalam pengembangan bakat karakter yang kuat, dimulai dari lingkungan, sekolah dan social masyarakat yang berdasarkan jati diri bangsa Indonesia. (rhm)

Rekomendasi