Sambut Positif Perubahan, ASN Bali Harus Bangga dan Junjung Adat Budaya

Sabtu, 16 November 2019 : 19.19
Pejabat dan jajaran ASN Pemprov Bali mendengarkan motovasi dari motivator muda Edvan M Kautsar/ist
Denpasar - Dalam menyanmbut perubahan zaman termasuk di birokrasi maka jajaran Apatur Sipil Negara (ASN) harus siap untuk menjadi agen perubahan, menyambut perubahan tersebut dengan belajar, membuka pikiran terhadap kemajuan zaman serta tak kalah pentingnya bangga dan menjungjung nilai adat dan budaya yang dimiliki.

"Dengan demikian kita akan siap menghadapi perubahan dengan tetap berpegang teguh pada nilai nilai budaya serta adat yang kita miliki," tegas motivator muda Indonesia Edvan M. Kautsar saat memotovasi jajaran Pemprov Bali untuk bisa menyikapi perubahan dan menjadi agen perubahan, di Gedung Ksiraarnawa, Taman Budaya, Denpasar, Sabtu (16/11/2019).

Serangkaian Peringatan HUT ke 48 KORPRI Tahun 2019, Pemerintah Provinsi Bali mengundang motivator muda Indonesia Edvan M. Kautsar untuk memberikan motivasi pada jajaran Pemprov Bali.

Motivator Muda No 1 di Indonesia ini mengingatkan semua untuk selalu bersiap diri menghadapi perubahan dan berani untuk keluar dari zona nyaman.

Satu hal yang pasti dalam kehidupan ini adalah perubahan dan orang yang siap dengan perubahan tersebut yang akan menjadi pemenangnya. Karenanya, Edvan mengingatkan semua untuk bisa cepat beradaptasi dengan segala perubahan yang terjadi.

Dunia saat ini tengah memasuki era revolusi industri 4.0. Era di mana terjadinya disruptif teknologi, yang ditandai dengan volatile (rapuh), uncertain (ketidakpastian), complex (rumit) serta ambigious (rancu) yang membawa banyak perubahan dalam segala lini kehidupan manusia termasuk di dalamnya birokrasi.

Guna menyikapi perubahan birokrasi tersebut, ASN harus siap menjadi agen perubahan, menyambut perubahan tersebut dengan belajar, membuka pikiran terhadap kemajuan zaman serta tak kalah pentingnya bangga dan menjungjung nilai adat dan budaya yang dimiliki.

Dengan demikian akan siap menghadapi perubahan dengan tetap berpegang teguh pada nilai nilai budaya serta adat yang dimiliki. Perubahan itu adalah hukum alam, perubahan akan mengajarkan kita untuk menjadi sosok yang lebih baik dan lebih sempurna.

"Untuk itu kita harus siap menghadapi perubahan tersebut. Kita harus siap menyambut perubahan, menjadi agen perubahan dengan tetap mempertahankan nilai dan budaya yang kita miliki. Kita sambut perubahan dengan positif," tandasnya.

Dalam seminar motivasinya dihadapan para pejabat eselon 2,3 dan 4 di Lingkungan Pemprov Bali, Edvan menyampaikan, sesungguhnya yang dicari dalam hidup ini adalah bahagia dan tidak ada kebahagiaan yang abadi dalam hidup ini.

Menurutnya terdapat tiga jenis kebahagian yaitu kebahagian fisik seperti jabatan, rumah mewah, gaji besar serta pakaian dan perhiasan mewah.

Namun kebahagian fisik ini akan membawa permasalahan seperti ketika tidak ada uang maka bekerja asal asalan, menjadi malas, tidak merasa puas, mementingkan diri sendiri dan menjadi serakah.

Demikian pula halnya dengan kebahagian yang kedua yaitu kebahagian emosi seperti pujian, piagam penghargaan, pengakuan dan apresiasi yang nantinya juga akan menimbulkan masalah seperti bekerja kalau ada alasan, suka pamer, tidak punya semangat bahkan bisa stres.

Kebahagiaan yang ketiga adalah makna kebahagian yang sesungguhnya yang akan didapatkan dari memberi, melayani dan bermanfaat bagi orang lain.

"Berbahagialah dengan menikmati pekerjaan. Seberapa besarpun tantangan yang kita hadapi, tetaplah bersyukur. Cara mudah untuk bersyukur adalah dengan mengetahui hikmah dan makna dari setiap pekerjaan yang kita lakukan, dan itulah kebahagian yang sesungguhnya, "imbuhnya.

Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra mewakili Gubernur Bali menyampaikan apresiasi atas motivasi yang luar biasa yang telah disampaikan kepada jajarannya agar dapat menyikapi perubahan yang terjadi.

Menurut Indra, seminar motivasi bertujuan untuk menghidupkan kembali dan menambah energi jajarannya yang selama ini mungkin merasa jenuh dengan kegiatan rutinitas masing-masing serta target pekerjaan yang semakin banyak.

"Kalau dikatakan kita seperti mesin yang terus bergerak, terus berjalan sehingga lama kelamaan suara mesin makin melemah, kinerjanya menurun, maka seminar ini bagaikan bensin untuk mesin itu, energi kita bertambah, semakin termotivasi untuk bekerja lebih maksimal," tuturnya.

Pihaknya mengajak jajaran bersiap diri dalam menghadapi perubahan dan menjadi agen perubahan. Perubahan yang merupakan sebuah keniscayaan harus disikapi dengan positif sehingga kita bisa bekerja dengan baik dalam ekosistem perubahan.

"Perubahan itu pasti, siapa yang tidak bisa mengikuti perubahan akan ketinggalan. Mari kita sikapi perubahan sebagai hal yang positif, kita bekerja dengan sebaik baiknya untuk merealisasikan apa yang menjadi visi kita bersama Nangun Sat Kerthi Loka Bali," demikian Indra. (rhm)

Rekomendasi