Rancang Aplikasi Solusi Ketahanan Pangan, Pelajar Denpasar Berlaga di China

Kamis, 21 November 2019 : 07.26
I Putu Agus Restu Astika Putra pelajar SMPN 9 Denpasar saat bertemu Wali Kota IB Rai D Mantra
Denpasar - Berkat karyanya dalam mengembangkan inovasi aplikasi Solusi Ketahanan Pangan (Sitangan) unuk mengatasi masalah pangan di masa mendatang, siswa SMPN 9 Denpasar, I Putu Agus Restu Astika Putra menjadi wakil Indonesia pada ajang We Code Internasional Tahun 2019 yang digelar di Guangzhou, China pada 24 November 2019.

Putra asli Desa Sanur Denpasar ini sukses mengembangkan inovasi berbasis aplikasi android yang diberi nama Aplikasi Sitangan.

Untuk itu, Astika memhon doa restu Wali Kota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra serta Wakil Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara serta seluruh jajaran Pemkot Denpasar di Kantor Walikota Denpasar, Rabu (20/11/2019).

Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Sekolah SMPN 9 Denpasar, I Made Arawan beserta jajaran, Orangtua, I Nyoma Kerti, dan Pembina, I Ketut Nugraha Swadarma.

Astika memaparkan secara detail tentang inovasi aplikasi Sitangan yang dirancangnya dan sukses mengantarkanya ke ajang internasional di China. Aplikasi ini dibuat sesuai dengan tema lomba.

Tahun tahun 2050 diperkirakan ketahanan pangan kita akan semakin menipis. Sehingga dengan adanya inovasi aplikasi Solusi Ketahanan Pangan (Sitangan) ini diharapkan mampu mengatasi permasalahan ketahanan pangan di masa depan.

Aplikasi ini dirancang dan dibuat sesuai dengan tema lomba yakni ketahanan pangan yang dipredikasi akan semakin menipis, sehingga dengan hadirnya aplikasi ini diharapkan mampu menjawab ketahanan pangan di masa mendatang, baik untuk Kota Denpasar, Bali dan Indonesia.

"Semoga dapat berjalan dengan lancar dalam mengikuti kompetisi,” paparnya.

Kepala Sekolah SMPN 9 Denpasar, I Made Arawan memberikan dukungan terhadap pengembangan kreatifitas dan inovasi ini, tentunya diharapkan dari sekolah mampu menghasilkan inovator muda yang melahirkan inovasi yang bermanfaat bagi pembangunan kedepanya.

“Harapannya aplikasi ini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat kedepannya dan bisa dikembangkan lebih baik dari sebelumnya, sehingga mampu menjadi solusi untuk menjaga ketersediaan pangan kedepannya,” paparnya.

Wali Kota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra mengapresiasi inovasi Astika di mana ini, menjadi angin segar bagi perkembangan inovasi dan peneliti muda di Kota Denpasar.

“Atas nama pemerintah dan masyarakat Kota Denpasar kami memberikan dukungan dan apresiasi, selamat berjuang, berikan yang terbaik, dan tentunya nanti inovasi yang dikembangkan dapat bermanfaat secara berkelanjutan,” ujar Rai Mantra.

Pemkot Denpasar memberikan dukungan terhadap perkembangan peneliti muda dengan memberikan fasilitas di rumah pintar.

"Jika ini konsisten dan peneliti serta inovator muda terus bermunculan, maka rasa optimis untuk masa depan pembangunan Denpasar saya rasa akan semakin baik,” demikian Rai Mantra. (rhm)

Rekomendasi