menu
search

Putri Koster Harapkan Warga Bali Membaur dan Gotong Royong di Perantauan

Minggu, 03 November 2019 : 16.09
Ketua TP PKK Provinsi Bali Ni Putu Putri Suastini Koster saat bertemu warga Bali di Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara,
Konawe Selatan - Agar kerukunan antar-krama Bali dan krama lintas agama di perantauan tetap terjaga dengan baik maka masyarakat Bali tidak mengkristalkan diri melainkan bisa berbaur dengan masyarakat lain.

"Saya harapkan, kehidupan saling menjaga serta gotong royong dapat terus terjaga dengan baik," kata Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny Putri Koster dalam lawatan di Desa Jati Bali Kecamatan Ranometo, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, Minggu (3/11).

Putri berkesempatan mengunjungi perkampungan masyarakat Bali di Desa Jati Bali sesaat sebelum bertolak kembali ke Pulau Dewata. Dalam simakrama singkatnya, Ny Putri Koster sangat bangga dan mengapresiasi kerukunan krama Bali yang ada di Desa Jati Bali.

Dia menghimbau, masyarakat asal Bali, tidak mengkristalkan diri, sehingga bisa berbaur dengan masyarakat lain dan kehidupan saling menjaga serta gotong royong dapat terus terjaga dengan baik.

Selain itu, Putri Koster meminta masyarakat untuk terus mengamalkan ajaran Tri Hita Karana, sehingga keharmonisan jalinan individu dengan Tuhan, masyarakat dan lingkungan sekitar dapat terjalin dengan baik.

"Di tengah kita menjunjung tinggi adat dan budaya bali, tapi jika ada di rantauan kita juga harus menghormati adat dan budaya yang ada, jadi apa yang bisa dikolaborasikan sepatutnya bisa dikolaborasikan sehingga kita bisa hidup beradampingan dengan rukun dan saling menghormati," harap dia.

Dalam kesempatan itu, Kepala Desa Jati Bali Made Arnawan, berterima kasih atas kunjungan dari Ketua TP PKK Provinsi Bali yang juga merupakan istri Gubernur Bali.

Desa Jati Bali terbentuk sejak tahun 1968 dan saat ini telah memiliki 300 KK. Di samping itu, saat ini Desa Jati Bali juga sudah dinobatkan sebagai desa adat dan budaya di Kabupaten Konawe Selatan.

Dalam menjalankan amanat sebagai desa adat, dirinya akan terus belajar terkait bagaimana membangun desa adat yang baik, dan senantiasa akan meminta bimbingan dari Pemerintah Provinsi Bali khususnya Gubernur Bali.

“Untuk itu, saya minta sebagai masyarakat yang ada di rantauan, Pemerintah Provinsi Bali tidak melupakan kami, tapi sebaliknya tolong perhatikan kami juga karena bagaimanapun juga kami adalah bagian dari masyarakat Bali yang dulunya bersedia merantau ke tempat ini," ungkapnya.

Acara berlangsung singkat dalam suasana kekeluargaan itu, memberi makna tersendiri bagi masyarakat Desa Jati Bali, Mereka juga menikmati suguhan hiburan lagu dan puisi Putri Koster yang dikenal penyair multitalenta ini. (rhm)

Rekomendasi

Berita Terbaru

Lihat Semua