Presiden Jokowi Ajak Perbankan Nasional Bantu Pelaku UMKM Naik Kelas

Rabu, 06 November 2019 : 17.51
Presiden Joko Widodo saat memberi sambutan pembukaan Indonesia Banking Expo 2019 di Jakarta/biro pers setpres
Jakarta - Presiden Joko Widodo meminta perbankan nasional turut membantu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UKM) di Indonesia agar bisa naik kelas. Untuk itu, perbankan harus memberikan perhatian khusus bagi peningkatan pelayanan dan inklusi keuangan masyarakat.

"Salah satunya menyentuh masyarakat hingga ke pelosok sekaligus memberikan akses yang lebih luas terhadap pembiayaan kredit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM)," terang Presiden Jokowi saat memberikan sambutan dalam pembukaan Indonesia Banking Expo 2019 digelar Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) di Hotel Fairmont, Jakarta, Rabu, (6/11/2019).

Jokowi mengajak semua pihak, memberikan perhatian untuk mendukung inklusi dan literasi keuangan dalam meningkatkan akses masyarakat dalam mendapatkan kredit usaha kecil maupun usaha mikro.

"Saat yang bersamaan juga meningkatkan tingkat likuiditas di dalam negeri," katanya menegaskan.

Di tengah perlambatan perekonomian global, sektor usaha mikro, kecil, dan menengah diupayakan untuk menjadi ujung tombak dalam mendorong perekonomian di daerah dan nasional sekaligus mengurangi kesenjangan ekonomi antarlapisan masyarakat.

Kepala Negera mengajak perbankan nasional untuk turut berkontribusi bagi upaya peningkatan kelas para pelaku UMKM. Presiden mengharapkan agar para pelaku usaha mikro dapat segera naik kelas menjadi usaha kecil untuk kemudian beralih kepada menengah dan seterusnya.

"Saya mengajak bapak, ibu, dan saudara-saudara semuanya jangan hanya membiayai yang besar-besar saja. Memang enak membiayai yang besar-besar itu. Saya tahu," ucap Presiden.

Para pimpinan bank, baik itu bank BUMN maupun swasta, diminta sesekali blusukan ke daerah seperti dirinya. Hanya dengan cara itu, perbankan akan mengetahui bahwa banyak hal yang dapat mereka lakukan untuk membuat perekonomian daerah dan masyarakatnya menjadi jauh lebih baik.

"Pak Dirut, Pak Direksi, tolong datangi (daerah-daerah). Bapak akan merasakan, oh ini toh Indonesia. Oh ternyata Indonesia tidak hanya Sudirman-Thamrin, tapi ada Nduga, Wamena, Yahukimo yang memerlukan sentuhan-sentuhan semuanya dari bapak dan ibu sekalian," ucapnya.

Data yang dimiliki Presiden, saat ini terdapat 60 juta pelaku UMKM di Indonesia. Ke depannya, Kepala Negara berharap akan lebih banyak lagi bank-bank nasional yang memberikan pelayanan bagi puluhan juta pelaku usaha tersebut.

Perbankan nasional harus mempersiapkan diri menghadapi persaingan global, utamanya di era digitalisasi sekarang ini. Ia berpandangan bahwa saat ini bank-bank nasional harus mau berkolaborasi dengan dengan sesama maupun dengan pihak lainnya.

"Penguatan payment system, digital system, harus terus kita bangun. Bank dan nonbank juga harus berkolaborasi, jangan kerja sendiri-sendiri," tutupnya. (rhm)

Rekomendasi