menu
search

Pangdam Udayana: Partisipasi Masyarakat Indikator Keberhasilan TMMD

Jumat, 01 November 2019 : 21.40
Pelaksanaan TMMD di Desa Gubug dan Bongan, Kabupaten Tabanan
Tabanan - Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto mengaskan salah satu indikator keberhasilan pelaksanaan TMMD adalah adanya partisipasi masyarakat.

“Harus metode gotong-royong didalamnya diwujudkan dengan partisipasi masyarkat. Partisipasi masyarakat menjadi salah satu indikator keberhasilan pelaksanaan TMMD," tegas Benny di lokasi pembangunan jembatan pelaksanaan TMMD ke-106 di Desa Gubug dan Desa Bongan, Tabanan, Jumat (1/11/2019).

Ia menjelaskan, kunjungan ini sebagai fungsi pengawasan dan evaluasi terhadap pelaksanaan TMMD ke-106 di Desa Gubug dan Desa Bongan. "Saya ingin melihat sejauh mana pelaksanaan TMMD berjalan dengan baik atau tidak," ujar Pangdam.

Kepada Dansatgas TMMD atau Dandim Tabanan, Pangdam menekankan, metoda yang harus diterapkan dalam mengerjakan pembangunan sasaran fisik yang sedang berjalan, ialah dengan gotong royong.

“Harus metode gotong-royong didalamnya diwujudkan dengan partisipasi masyarkat. Partisipasi masyarakat menjadi salah satu indikator keberhasilan pelaksanaan TMMD," kata jenderal TNI berbintang dua itu, menegaskan.

Dalam kesempatan sama, Dandim 1619/Tabanan Letkol Inf Toni Sri Hartanto mengatakan, pembangunan jembatan yang melintang di atas aliran Sungai Yeh Empas, merupakan salah satu kegiatan fisik yang dilakukan dalam TMMD kali ini.

Jembatan yang penghubung Desa Bongan dengan Desa Gubug tersebut memiliki panjang 17 meter, lebar 5,5 meter dan tinggi dari permukaan air sungai sekitar 5 meter.

Selain itu, TMMD juga membuat senderan jalan dan sungai berupa betonisasi sepanjang 65 meter dengan lebar 3 meter, yang pengerjaannya kini telah mencapai sekitar 85 persen, ucapnya.

Menurut Letkol Toni, kegiatan TMMD ini selain melibatkan unsur TNI, juga Polri, Pramuka, warga binaan Lapas dan masyarakat. Setiap hari, sekitar 30 warga secara suka rela datang untuk bergotong royong membantu pembangunan jalan, jembatan dan dua bantuan bedah rumah.

Tujuan pembangunan jembatan ini ialah untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi masyakarat Desa Bongan dan Desa Gubug, serta tentu juga untuk mempercepat jalur transportasi.

"Sselama ini, masyarakat di dua desa tersebut kalau ingin berhubungan harus melalui jalur kota yang membutuhkan waktu tempuh selama 30 menit," sebutnya.

Dandim menjelaskan, pembangunan jembatan merupakan sebuah keinginan dari masyarakat Bongan dan Gubug yang mengajukn usulan sejak tahun 2009. Namun demikian, keinginan mereka itu baru bisa terwujud di tahun 2019 ini.

“Dulu, masyarakat, utamanya anak-anak sekolah, harus memutar jalan jika mereka akan ke Desa Bongan ataupun sebaliknya ke Desa Gubug. Kalau tidak mau memutar, ya...terpaksa harus memotong aliran sungai. Itupun kalau tidak banjir,” katanya, menjelaskan.

Ia menyebutkan, dengan dibangunnya jembatan ini, maka mereka tidak akan lagi harus memutar lauh lewat jalur ke kota yang memakan waktu hingga 30 menit. (riz)

Rekomendasi

Berita Terbaru

Lihat Semua