menu
search

Menteri KKP Edhy Prabowo: Tugas Saya Membuat Nelayan Tertawa

Jumat, 01 November 2019 : 23.30
Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo mengaku mendapat tugas Presiden Joko Widodo agar bisa membuat tersenyum dan tertawa seluruh nelayan di Tanah Air.

Edhy menerima kunjungan Duta Besar Jepang untuk Republik Indonesia, Masafumi Ishii pada Kamis (31/10/2019).

Bertempat di kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), mereka berdiskusi mengenai kelanjutan kerja sama antara Indonesia dan Jepang di bidang kelautan dan perikanan ke depannya.

Dalam Menteri Edhy didampingi Sekretaris Jenderal KKP Nilanto Perbowo, Direktur Jenderal (Dirjen) Pengelolaan Ruang Laut Brahmantya Satyamurti Poerwadi, Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) merangkap Plt. Dirjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Agus Suherman, Dirjen Perikanan Tangkap M. Zulficar Mochtar, Dirjen Perikanan Budidaya Slamet Soebjakto, dan Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Rina.

Turut hadir, Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan Sjarief Widjaja. Sedangkan Dubes Jepang didamping oleh Minister Miyashita, Mr. Yusuke Shimizu, Agricultural Attache, dan Mr. Shunya Asano, 3rd Secretary.

Edhy menyampaikan apresiasi atas bantuan Jepang khususnya dalam pembangunan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) di pulau-pulau terdepan Indonesia.

Bantuan pembangunan SKPT yang telah dimulai sejak 2018 ini diharapkan dapat segera diselesaikan sehingga dapat segera menyokong usaha nelayan-nelayan Indonesia.

“Pemerintah Jepang telah memberikan bantuan untuk kawasan-kawasan terluar Indonesia senilai 2,5 miliar yen. Bantuan ini digunakan untuk membangun dan memperkuat Sentra-sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) kita yang menjadi wadah berkumpulnya nelayan-nelayan kita di wilayah terdepan Republik Indonesia,” papar Menteri Edhy.

Menteri Edhy menambahkan, Jepang berniat melanjutkan bantuan untuk membangun dan memperkuat beberapa SKPT. Jepang bahkan menambah bantuan berupa 1 unit radar pantai dan 1 kapal pengawas yang akan segera direalisasikan di 2019 ini.

Terkait bantuan radar pantai dan hibah kapal pengawas ini, Sekretaris Jenderal Nilanto Perbowo ingin agar bantuan yang diberikanan memenuhi standar Jepang, sehingga dapat memperkuat pengawasan di perairan Indonesia secara optimal.

Duta Besar Jepang untuk Republik Indonesia, Masafumi Ishii mengatakan, Indonesia dan Jepang merupakan negara kepulauan yang memiliki strategi yang sejalan dalam pengelolaannya, termasuk dalam pengembangan sektor kelautan dan perikanan melalui beberapa proyek yang digarap bersama.

Edhy menyebut, Indonesia dan Jepang memiliki sejarah kemitraan yang cukup baik, termasuk dalam sektor kelautan dan perikanan. Jepang bahkan dipandang sebagai ‘saudara tua’ yang telah memberikan banyak pelajaran berharga bagi masyarakat Indonesia.

Dia menilai hubungan kemitraan ini perlu dipelihara dengan baik dengan melanjutkan kerja sama berbasis mutual friendship. “Kita harapkan hubungan ini terus menguat dan lancar,” tuturnya.

“Tugas saya membuat nelayan tersenyum dan tertawa. Bagaimana membuat hidupnya terangkat dan sejahtera. Jadi, apapun yang mengarah ke arah sana, saya akan membela,” tandasnya. (riz)

Rekomendasi

Berita Terbaru

Lihat Semua