Menteri Edhy: Kalau Menenggelamkan Kapal Kita Juga Bisa, Selanjutnya apa?

Senin, 18 November 2019 : 08.20
Pangkal Pinang - Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo menegaskan dalam menyelesaikan persoalan seperti pencurian ikan di laut bukan semata dengan menenggelamkan kapal namun lebih penting lagi adalah langkah setelah itu.

Karena itulah, Menteri Edhy terus menjaring masukan dari berbagai stakeholders kelautan dan perikanan, melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Sabtu (16/11/2019).

Dia meninjau beberapa lokasi yang menjadi titik aktivitas para nelayan setempat untuk mendengarkan langsung berbagai masukan dan keluhan yang mereka hadapi.

"Tolong sampaikan semua uneg-unegnya. Biar kami catat langsung. Baru setelah ini saya akan melakukan banyak kegiatan. Banyak keputusan memang, keputusan terbaik adalah banyak mendengarkan suara nelayan, suara pelakunya langsung,” ucap Menteri Edhy membuka sambutannya di hadapan para nelayan di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Sungailiat.

Ia pun berjanji untuk menyelesaikan berbagai masalah tersebut secara tuntas setelah melakukan kajian yang mempertimbangkan manfaat bagi seluruh stakeholder.

“Saya tidak akan mengambil keputusan yang gegabah. Jadi ini salah satu langkah awal saya mendengarkan, untuk memahami permasalahan di lapangan. Kami serap dulu, lakukan kajian, lalu mengambil keputusan,” sambung Menteri Edhy.

Berbagai masukan diutarakan masyarakat nelayan seperti stok ikan yang berlebih, bantuan cold storage, pendangkalan muara sungai, izin usaha tambak yang berbenturan dengan lokasi pariwisata, hingga masalah penyuluh perikanan.

Nelayan di PPN Sungailiat, Asdar, menyampaikan keluhan terkait aktivitas pendangkalan (sedimentasi) pantai yang memakan banyak korban. Ia juga menyampaikan bahwa masih ada kapal ikan asing yang mengambil hasil laut.

Untuk itu, ia meminta agar pemerintah dapat menindaknya lebih tegas lagi.

Menteri Edhy menyatakan dirinya akan tetap melanjutkan kebijakan penenggelaman kapal yang dinilai baik. Meskipun begitu, ia menekankan bahwa komunikasi dua arah dengan nelayan dan pembinaan untuk meningkatkan industri perikanan ke depan menjadi prioritasnya.

"Pencurian ikan pasti akan kami tindak tegas. Kalau tenggelamkan kapal, kita juga bisa. Tapi bukan juga hanya itu. Selanjutnya apa? Yang terpenting adalah menyelesaikan urusan nelayan,” jawab Menteri Edhy.

Adapun dalam kunjungan Menteri Edhy ke TPI Muara Sungai Baturusa, seorang nelayan meminta pemerintah agar semakin tegas menindak tegas pengguna alat tangkap trawl yang masih berkeliaran.

"Mengapa pemerintah daerah tidak menindak tegas kapal trawl yang menggunakan alat tangkap itu? Padahal semua sudah diatur jelas di UU Nomor 45 Tahun 2009 tentang perikanan," ucapnya.

Menteri Edhy pun menyatakan akan menindak tegas pihak-pihak yang melanggar aturan yang ada. Ia meminta waktu untuk mengkaji berbagai masukan yang diberikan para stakeholders sebelum membuat keputusan.

"Yang melanggar akan kita tindak tegas. Kasih saya waktu untuk mempelajarinya dan membuat keputusan," jawab Menteri Edhy.

Turut mendampingi Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Rosman; Wali Kota Pangkal Pinang, Maulan Aklil; Bupati Bangka, Mulkan; Bupati Bangka Tengah, Ibnu Saleh; Direktur Jenderal Perikanan Tangkap, Zulficar Mochtar; Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto; serta Direktur Jenderal Peningkatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan yang juga menjabat sebagai Plt. Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Agus Suherman. (rhm)

Rekomendasi