Menparekraf Wishnutama Undang Sineas Dunia Buat Film di Indonesia

Sabtu, 23 November 2019 : 08.39
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama saat hadir di Indonesia Tourism Outlook (ITO) Nusa Dua,Bali
Badung - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI Wishnutama Kusubandio akan menggencarkan pasar wisata lewat berbagai cara, salah satunya dengan membuka kesempatan cineas dunia untuk membuat film di berbagai daerah wisata di Indonesia.

Diketahui, pariwisata merupakan sektor utama pembangunan nasional dengan target devisa sebesar US$ 20 milyar dan diharapkan mampu menciptakan 13 juta lapangan kerja di tahun 2019 dengan total kunjungan sebesar 18 juta wisatawan.

Keberhasilan pembangunan pariwisata Indonesia menunjukkan perkembangan yang sangat signifikan terutama kesuksesan country branding dengan tagline 'Wonderful lndonesia' telah mampu menempatkan Indonesia dl posisi 40 besar dunia.

Berbicara di forum ITO (Indonesia Tourism Outlook 2020) di Nusa Dua, Jumat (22/11/2019), Wishnutama mengingatkan, banyak Negara sudah melakukan itu dan sukses besar seperti pembuatan film ‘Crazy Rich Asians’ di Singapura yang mampu menarik banyak kunjungan wisatawan ke Negara tersebut.

“Kami ingin memopulerkan semua destinasi wisata di Indonesia lewat berbagai cara, salah satunya memberikan kesempatan para sineas dan sutradara dunia untuk membuat film di Indonesia,” ujarnya usai membuka even tahunan ITO 2020.

Lanjutnya, berbagai kuliner unggulan di daerah di Tanah Air juga akan dikemas dengan lebih baik dan menarik lagi. “Dari segi kualitas, baik cita rasa, penyajian maupun kemasan, harus ditingkatkan untuk bisa memiliki posisi tawar lebih tinggi kepada para wisatawan,” jelas Wishnutama.

Menggelar even-even berskala nasional dan internasional juga harus ditingkatkan volume penyelenggaraannya. Tahun-tahun ke depan, Indonesia menjadi tuan rumah beberapa even dunia di antaranya Moto GP dan Piala Dunia.

“Berbagai hal tersebut akan bisa menjadi promosi yang baik apalagi diikuti oleh kemampuan membaca selera pasar. Karakteristik wisatawan bias dideteksi lewat teknologi digital yang makin berkembang pesat. Kita tahu behavior mereka. Apa yang mereka mau setidaknya kita harus faham,” imbuh Menparekraf. (mal)

Rekomendasi