Karya Perupa Perempuan Bali Diharapkan Bisa Mendunia

Kamis, 21 November 2019 : 05.44
Ketua TP PKK Provinsi Bali Putri Suastini Koster menghadiri pembukaan Pameran Perupa Perempuan Bali ke-3
Denpasar - Dewasa ini, seni lukis atau seni rupa mulai ditinggalkan, terutama oleh para perupa perempuan. Untuk itu, diperlukan suatu wadah yang bisa mengayomi para perupa perempuan di Bali sehingga karya-karya yang mereka miliki mendapat tempat di hati masyarakat, khususnya para wisatawan.

"Sehingga karya para wanita hebat ini bisa mendunia. Demikian diungkapkan Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny Putri Koster saat membuka Pameran Perupa Perempuan Bali Ke-3 “Sesananing Luh” di Gedung Kriya, Taman Budaya “Art Center “, Denpasar, Rabu (20/11/2019).

Putri bangga dan mengapresiasi pemeran perupa perempuan Bali ini dapat terselenggara ketiga kalinya. Ini merupakan suatu wadah bagi perempuan kita yang memiliki potensi dalam bidang seni rupa.

"Saya harap suatu saat nanti karya mereka bisa mendunia, sehingga para perupa mancanegara mengakui bahwa perupa perempuan bali memiliki karya yang patut dibanggakan,” ujar Istri Gubernur Bali tersebut.

Perempuan yang juga memiliki talenta di dunia seni mengatakan bahwa saat ini di Bali memiliki dua event besar yang mewadahi para seniman, yaitu Pesta Kesenian Bali yang difokuskan pada seni tradisi dan Festival Seni Bali Jani yang dilahirkan pada tahun ini, memfokuskan pada seni modern kontemporer.

Jadi menurut wanita yang akrab disapa Bunda Putri, para perupa dapat berekspresi pada pemeran Festival Seni Bali Jani.

Diharapkan, dua event besar ini dapat semakin memberikan ruang kepada para seniman kita di Bali untuk lebih berekspresi dan mengembangkan karya-karyanya sehingga kelestarian seni dan budaya Bali dapat kita jaga secara konsisten di tengah gempuran globalisasi saat ini.

Kepala UPT Taman Budaya Denpasar I Made Suarja sebagai leading sektor kegiatan menyampaikan ucapan terima kasih pada para kurator yang sudah mengemas kegiatan pameran secara apik.

Ia berharap acara ini, selain dapat memberikan ruang terhadap para perupa perempuan, juga sebagai ajang motivasi bagi para generasi perempuan muda untuk membangkitkan seni rupa di Bali.

“Saya ingin muncul motivasi dari kaum perempuan bahwa pelukis tidak hanya untuk laki-laki melainkan juga untuk kaum perempuan,” ucapnya.

Kurator Pameran Perupa Perempuan Bali Bakti Wiyasa melaporkan bahwa dalam even ketiga ini pihaknya mengangkat tema “Sesananing Luh” atau dharma mulia lelaku perempuan Bali, yang menampilkan 23 perupa perempuan Bali.

Karya-karya tersebut menampilkan perkembangan seni rupa dari seninlukis Bali Klasik, Seni Lukis Kamasan, Seni Lukis Batuan serta perkembangan kecenderungan seni grafis murni di Bali.

Para perupa ini, berlatar belakang dari beragam pendidikan seni rupa akademis dan nonakademis namun intens dalam bekarya dan menunjukan kecenderungan-kecenderungan baru.

“Suasana batin perempuan Bali hadir dalam seni rupa ini, di mana sosok perempuan sebagai ibu dapat memberikan spirit, harapan dan doa bagi seluruh insan didunia. Saya harap ini menjadi inspirasi bagi kita semua,” imbuhnya. (rhm)

Rekomendasi