Jaga Pariwisata Bali, Gubernur Koster Perkuat SDM, Alam dan Kebudayaan

Jumat, 15 November 2019 : 23.04
Denpasar - Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan dalam memperkuat eksistensi pariwisata dengan melakukan pembenahan penanganan alam meningkatkan SDM serta menjaga kebudayaan Bali.

Hal itu disampaikan, saat menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) XIII Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada Munas XIII KAGAMA di Ballroom Hotel Inna Grand Bali Beach (IGBB), Sanur, Jumat (15/11/2019).

Pihaknya mengapresiasi kegiatan Munas KAGAM, karena bisa menunjang sektor pariwisata utamanya saat bulan-bulan sekarang ini yang sedang low season.

Seperti yang diketahui, hampir 60 % perekonomian Bali bertumpu pada sektor pariwisata. Bulan-bulan ini merupakan low season tingkat kunjungan wisata, setelah Natal biasanya baru naik lagi.

Jadi dengan dipilihnya Bali sebagai tuan rumah kegiatan Munas ini tentu memberikan dampak positif bagi pariwisata Bali, hunian hotel seputar daerah ini mungkin jadi penuh terisi.

"Disamping juga akan menambah deviden negara, karena IGBB merupakan hotel milik negara yang dibangun jaman Presiden Ir. Soekarno," rinci Gubernur Koster. Pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan masyarakat, tenaga kerja, tingkat kemiskinan, itu semua ditopang pariwisata.

"Oleh karena itu, saat ini kami sedang serius membangun dan menata Bali kedepan secara fundamental dan komprehensif melalui visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui pola pembangunan semesta berencana menuju Bali era baru, " imbuh Gubernur Koster.

Adapun langkah-langkah strategis yang sedang dilaksanakan Pemprov Bali saat ini dalam menjaga eksistensi pariwisata menurut Gubernur Koster fokus terhadap 3 hal penting.

Tiga hal , yakni terkait penanganan alam, peningkatan sumber daya manusia melalui program SDM Bali Unggul, dan menjaga kebudayaan Bali.

"Pariwisata sangat erat kaitannya dengan 3 faktor utama yakni penanganan lingkungan yang bersih dan memberikan kenyamanan, keramahtamahan orang-orangnya yang didukung kemampuan bahasa yang mumpuni, serta kemampuan menjaga kelestarian budaya yang dimiliki, itulah yang sedang serius kami tangani saat ini.

"Disamping juga infrastruktur pendukung yang memadai, utamanya infrastruktur jalan yang terintegrasi dan terkoneksi," tutupnya. (rhm)

Rekomendasi