Gubernur Koster Tegaskan Postur APBD Bali 2020 Sehat dan Berkualitas

Senin, 18 November 2019 : 14.25
Gubernur Bali I Wayan Koster/dok
Denpasar - Gubernur Bali I Wayan Koster menegaskan postur APBD Semesta Berencana Tahun 2020 dirancang dengan prinsip kehati-hatian (prudent) sehingga lebih sehat dan lebih berkualitas.

Koster menyebutkan, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Semesta Berencana Provinsi Bali Tahun Anggaran 2020 dirancang untuk Pendapatan Daerah sebesar Rp. 6,605 Triliun terdiri dari: Pendapatan Asli Daerah sebesar Rp. 3,762 Triliun, Dana Perimbangan sebesar Rp. 2,787 Triliun, Lain-Lain Pendapatan Daerah yang Sah sebesar Rp. 56,237 Milyar;

Kemudian, Belanja Daerah sebesar Rp. 7,281 Triliun yang terdiri dari: Belanja Tidak Langsung sebesar Rp. 4,463 Triliun (61%), Belanja Langsung sebesar Rp. 2,817 Triliun (39%); Ketiga, angka Defisit sebesar Rp. 675,174 Milyar (10,22%).

Postur APBD Semesta Berencana Tahun 2020 dirancang dengan prinsip kehati-hatian (prudent) sehingga lebih sehat dan lebih berkualitas. Artinya, disatu sisi dilakukan dengan upaya-upaya mengoptimalkan pendapatan daerah; dan disisi lain dengan melakukan efisiensi dan penghematan dalam Belanja Daerah.

"Alokasi anggaran benar-benar difokuskan untuk mendukung program prioritas dan program yang bersifat produktif serta bermanfaat bagi masyarakat," tukas Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini.

Besaran defisit yang merupakan selisih antara Pendapatan Daerah dan Belanja Daerah yang dihitung secara terukur, cermat, dan solutif.

Kemudian, dilihat dari sisi Pendapatan Asli Daerah, target yang dicanangkan sebesar Rp. 3,762 Triliun tersebut merupakan target realistis berdasarkan pencapaian (Based Line) Tahun 2019.

Target ini meningkat secara signifikan sebesar Rp. 362 Milyar jika dibandingkan dengan Pendapatan Asli Daerah pada APBD Induk Tahun 2018 sebesar Rp. 3,4 Triliun.

"Perlu Saya sampaikan dan digarisbawahi, bahwa postur APBD Semesta Berencana Tahun Anggaran 2020 lebih sehat dan lebih berkualitas, yang ditandai berbagai perbaikan, yaitu untuk pertama kali Belanja Daerah Provinsi Bali APBD nya mencapai angka Rp. 7,281 Triliun," katanya menegaskan.

Dalam satu tahun meningkat sebesar Rp. 781 Milyar atau 12%, dibandingkan dengan APBD Tahun 2018 sebesar Rp. 6,5 Triliun. Pendapatan Asli Daerah meningkat sebesar Rp. 362 Milyar atau 10,6% dalam 1 tahun, dibandingkan dengan APBD Tahun 2018.

Dari sisi lain, pihaknua melakukan terobosan efisiensi dan penghematan anggaran total mencapai sebesar Rp. 209 Milyar untuk kegiatan bukan prioritas, perjalanan dinas, kegiatan rapat, kegiatan seremonial, dan kegiatan lain yang tidak produktif.

Dengan postur APBD yang semakin sehat dan berkualitas tersebut diharapkan akan berdampak pada peningkatan pertumbuhan ekonomi, penurunan angka pengangguran, penurunan angka kemiskinan, dan penurunan kesenjangan antar kelompok masyarakat dan antar wilayah.

Oleh karena itu, pelaksanaan APBD Tahun 2020 akan berjalan lebih cepat dan progresif, dapat direalisasikan mulai bulan januari, tidak menumpuk diakhir tahun yaitu pada bulan September-Desember. (rhm)

Rekomendasi