Gubernur Koster: Pembangunan Shortcut untuk Pemerataan Bali Utara dan Selatan

Jumat, 22 November 2019 : 08.02
Gubernur Bali Wayan Koster saat mendampingi rombongan Komisi V DPR RI meninjau shortcut ruas Mengwitani-Singaraja
Bedugul - Selain potensi mengurai kemacetan, realisasi pembangunan shorcut ini juga sebagai bentuk komitmen pembangunan Bali bervisikan Visi Nangum Sad Kerthi Loka Bali yakni pemerataan perkembangan antara Bali Selatan dengan Bali Utara.

Hal itu ditegaskan Gubernur Koster saat bersama rombongan Komisi V DPR RI yang dipimpin Ketua Rombongan Lasarus SSos MSi meninjau pengerjaan jalan pintas (shortcut) ruas Mengwitani-Singaraja di titik 3 dan 4 Bedugul, serta mendengarkan pemaparan Kepala BPJN VIII di ujung shortcut titik 4 Bedugul, Kamis (21/11/2019).

Kunjungan Komisi V DPR RI yang memiliki lingkup tugas di Bidang Infrastruktur dan Perhubungan ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana progres pengerjaan yang sudah dilaksanakan pada shortcut prioritas tersebut.

Di sela-sela kunjungannya, Gubernur Koster menyampaikan harapannya agar pengerjaan shortcut tersebut bisa selesai tepat waktu, mengingat proyek ini sangat penting guna mengurai kemacetan yang sering kali terjadi saat musim liburan maupun akhir pekan.

Kemacetan antara lain disebabkan oleh lonjakan kunjungan wisatawan ke Kebun Raya Bedugul, serta padatnya arus pengguna jalan dari arah Denpasar ke Singaraja dan sebaliknya.

"Titik 3 sudah aman, realisasi sudah sesuai rencana. Titik 4 progres menurut Kepala Balai sudah mencapai 85,11%, tinggal sedikit ini, harus selesai tepat waktu ya, jangan sampai terlambat," pinta Gubernur yang sebelumnya juga menjabat anggota DPR RI.

"Selain potensi mengurai kemacetan, realisasi pembangunan shorcut ini juga sebagai bentuk komitmen saya membangun Bali melalui Visi Nangum Sad Kerthi Loka Bali menuju Bali Era Baru, yakni pemerataan perkembangan antara Bali Selatan dengan Bali Utara," cetus Gubernur Koster sambil melanjutkan peninjauan.

Ketua Rombongan Komisi V DPR RI Lasarus mempertanyakan tahapan-tahapan pengerjaan shortcut titik 4 yang sudah dilalui dari awal hingga progres saat ini.

Setelah mendengarkan penjelasan dari Kepala BPJN VIII Yusmara, sambil mendukung hasil pengerjaan, ia mengaku optimistis pengerjaan bisa selesai tepat waktu.

"Hasilnya bagus, satu yang perlu diingat, setelah pengerjaan selesai saya harap kondisi pinggiran danau bisa ditata ulang agar lebih baik, juga material sisa pembangunan agar dibersihkan," ujar Lasarus, mengingatkan.

Seperti disampaikan dalam paparannya, Kepala BPJN VIII Yusmara menyatakan bahwa shortcut titik 3 sudah selesai 100% sesuai perencanaan, baik realisasi fisik maupun keuangannya. Sedangkan titik 4 pertanggal 17 November realisasi fisiknya mencapai 85,11%, dan realisasi keuangan mencapai 71,16%.

Yusmara pun mengaku berusaha agar pengerjaan selesai tepat waktu pada bulan Desember 2019, sehingga secepatnya bisa diresmikan dan dimanfaatkan masyarakat umum. (rhm)

Rekomendasi