Gelar Kompetisi Startup, Pegadaian Ingin Lahirkan Banyak Pengusaha Muda di Bali

Selasa, 12 November 2019 : 17.48
Pemimpin Wilayah PT Pegadaian (Persero) Kanwil VII Nuril Islamiah memberi keterangan pers terkait Bali Startup Competition 2019
Denpasar - Sinrgi PT. Pegadaian (Persero) Kanwil VII Denpasar dan International Council for Small Business (ICSB) Bali, Indonesia Marketing Association (IMA) Bali, dan Inkubator Bisnis Universitas Udayana dengan menggelar Pegadaian Startup Competition 2019 guna menjaring para startup pemula dari kalangan UMKM.

Kompetisi digelar dalam memberikan perhatian dan apresiasi kepada wirausaha di Bali yang telah berani memilih berwirausaha ketimbang menjadi PNS atau pekerja swasta.

Sutrisna Dewi sebagai perwakilan Inkubator Bisnis Unud dan ICSB Bali menjelaskan, permodalan masih menjadi masalah klasik yang dihadapi wirausaha atau UKM dalam mengembangkan bisnisnya.

Masalah permodalan tidak hanya meliputi terbatasnya modal uang, tetapi juga terkait kurangnya informasi dan akses ke sumber-sumber pendanaan, rendahnya pengetahuan tentang sumber-sumber pendanaan, rendahnya kemampuan dalam memahami dan mengelola modal akibat rendahnya literasi keuangan.

"Oleh karena itu sangat tepat bila Pegadaian sebagai institusi keuangan yang berpihak pada masyarakat kecil juga turut berpartisipasi aktif dalam upaya meningkatkan kinerja para wirausaha dan UMKM," tutur Dewi saat konferensi pers di The Gade Cafe, Selasa (12/11/2019).

Dalam kesempatan sama, Pemimpin Wilayah PT. Pegadaian (Persero) Kanwil VII Denpasar, Nuril Islamiah menyampaikan, pihaknya menggandeng ICSB Bali, IMA Bali, dan Inkubator Bisnis Unud, dengan harapan terjadu sinergi yang semakin kuat diantara lembaga atau institusi yang bergerak di bidang pengembangan UMKM.

"Sinergi yang semakin kuat antar berbagai unsur sangat penting untuk keberlanjutan pendampingan usaha terutama kepada para wirausaha pemula," tegas Nuril.

Melalui kegiatan ini, pihaknya memberikan ruang bagi startup-startup pemula di Bali, untuk mengembangkan ide dan bisa dipertanggungjaawabkan serta bisa diimplementasikan.

"Harapan saya, adanya Bali Startup Competition 2019, kami ingin melahirkan pengusaha-pengusaha muda, startup-startup baru yang dimulai dengan kompetisi," tegasnya.

Meski banyak melakukan hal tersebut, namun pihaknya ingin agar ada suasana yang lebih menghibur sehingga ke depan bisa dilakukan dalam skala yang lebih luas tidak hanya di Bali saja.

Kompetisi ini dapat diikuti oleh UMKM dan wirausaha pemula yang berdomisili di Bali yang bergerak di bidang Sociopreneurship, Creativepreneurship, dan Agripreneurship.

Syarat lain yang harus dipenuhi oleh peserta adalah usaha sudah berjalan minimal 1 tahun, memiliki rekening bank, memiliki bukti pembayaran PBB/perjanjian sewa/kwitansi sewa lokasi usaha, memiliki tabungan emas pegadaian minimal Rp. 150 ribu, dan memiliki NPWP.

Menurut Nuril persyaratan yang harus dipenuhi tersebut semata-mata bertujuan untuk mengedukasi peserta bahwa untuk dapat melakukan scale up dan agar dapat bersaing, para wirausaha pemula harus mulai memperhatikan aspek legalitas dan perpajakan sejak dini.

Sementara itu Winawan sebagai perwakilan IMA Bali menyatakan, bahwa aspek pasar dan pemasaran juga menjadi hambatan bagi UMKM Bali.

Hal ini dapat dibuktikan dengan belum mampunya produk-produk UMKM Bali menjadi tuan rumah di daerah sendiri. Toko-toko modern dan oleh-oleh masih didominasi oleh produk-produk luar Bali yang diberi label Bali.

"Melalui kompetisi ini peserta juga akan ditantang kepiawaiannya dalam manajemen pemasaran," tukasnya.

Pendaftaran masih dibuka sampai tanggal 20 November 2019 dan grand final akan dilaksanakan secara terbuka di Gedung Agrokomplek Universitas Udayana pada tanggal 25 November 2019.

Pegadaian menyediakan berbagai hadiah menarik kepada para pemenang sebagai bentuk apresiasi. (rhm)

Rekomendasi