Festival Produk Desa Padangsambian Dirangkai Lauching e-retribusi Sampah

Minggu, 24 November 2019 : 00.27
Denpasar - Festival Produk Desa Padangsambian Kaja 2019 resmi digelar yang diisi juga dengan launching e-retribusi Sampah.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana didampingi Perbekel Padangsambian Kaja, I Made Gede Wijaya, membuka festival yang mendapat antusias masyarakat. Jum'at, (22/11/2019) sore.

Dalam kesempatan sama Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bhuwana Sari Jaya melauncing e-retribusi sampah.

Perbekel Padangsambian Kaja, I Made Gede Wijaya mengatakan Festival Produk Desa Padangsambian Kaja 2019 merupakan sebuah event tahunan, kali ini sudah kedua kalinya digelar setelah sukses pelaksanaan pada tahun 2018.

Event ini merupakan ajang bagi para pelaku usaha khususnya UMKM di Desa Padangsambian Kaja untuk menampilkan, mempromosikan dan memasarkan produk-produk unggulannya.

"Demikian juga akan menjadi ajang bagi para pengusaha dan pelaku usaha untuk membangun relasi dengan masyarakat Desa Padangsambian Kaja," ujarnya.

Wijaya menjelaskan di Desa Padangsambian Kaja banyak potensi-potensi yang perlu dikembangkan untuk bisa tampil dan bersaing sesuai dengan visi Desa Padangsambian Kaja.

Berbagai macam produk pertanian, holikultura, kerajinan dan kuliner khas Desa Padangsambian Kaja juga di tampilkan diacara festival. Tahun ini peminatnya banyak jadi potensi-potensi Desa yang ditampilkan untuk tahun ini bertambah banyak.

Pihaknya merangkaian kegiatan pelayanan masyarakat dalam hal ini menangani masalah sampah yang di kelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) Bhuwana Sari Jaya yang memberlakukan sistem elektronik atau e-retribusi bekerjasama dengan Bank BPD Bali Cabang Renon sebagai wujud dukungan program inklusi keuangan dan Gerakan Nasional Non Tunai yang dicanangkan Bank Indonesia.

Saat ini, yang terpenting lingkungan bersih, nyaman, sehat bagaimana memanfaatkan sampah ini bisa tertata memiliki nilai plusnya untuk Desa yang dapat mensejahterakan masyarakat.

Festival Produk Lokal Padangsambian Kaja 2019 ini diharapkan masyarakat sekitar dari berbagi level usia hadir dan memeriahkan festival yang digelar selama 3 hari ini.

"Selain ada kegiatan pameran kami juga mengadakan berbagai lomba di bidang seni serta hiburan masyarakat yang mengisi panggung sepanjang hari selama penyelenggaraan dan juga ketersediaan aneka kuliner lokal dan modern," urai Wijaya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana mengatakan Desa Padangsambian Kaja memiliki potensi yang luar biasa disamping didukung oleh sumber daya manusianya juga didukung oleh sumber daya alamnya yang harus dikelola dengan baik, dimulai dari perencanaan kemudian pelaksanaan pembinaan dan pengawasanya yang terping.

Festival inilah menuju arah kebijakan baik pemerintah Desa maupun pemerintah kota. Visi dan misi kepala Desa selaras dengan visi misi kota Denpasar salah satunya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa dan meningkatkan ekonomi masyarakat desa.

Wiradana menjelaskan, Desa Padangsambian Kaja sudah menjadi Desa mandiri, mandiri inilah yang perlu dikembangkan baik asas ekologinya, asas ekonominya, asas sosialnya termasuk kesehatan dan lain sebagainya, diharapkan ekonominya semakin berkembang.

Contohnya Desa Padangsambian Kaja memiliki BUMDesa, mengelola sampah Desa. Dengan teknologi e-retribusi sampah, aparat Desa tidak perlu lagi mencari-cari masyarakat untuk meminta retribusi.

"Cukup dengan e-retribusi melalui non tunai inilah yang terpenting. Dan inilah baru pertama kali dilaksanakan di Desa Padangsambian Kaja khusus untuk tata kelola sampah," sambungnya.

Tentunya, hal ini, akan menjadi percontohan bagi desa yang lain untuk berkembang lebih efektif dan efesien yang nantinya akan menghasilkan suatu produk yang baik dan berkwalitas, kemudian arah dan outcomenya sudah tentunya menjadi arah tujuan kepala Desa dalam membangun Desa itu sendiri.

Masyarakat bisa menampung tenaga kerja untuk menampung kegiatan produksi, tingkat penganguran dan kemiskinan bisa ditekan kwalitas ekonomi kita kearifan lokal kita kembangkan.

"Itulah arah kebijakan yang harus kita lakukan. Saya berharap roda ekonomi yang telah dikembang di desa ini tetap semakin maju dan jangan jalan ditempat atau stagnan. Kami akan terus mengevaluasi, mengawasi dan memotivasi," demikian Wiradana. (rhm)

Rekomendasi