Ekspansi Bisnis Gojek ke Kawasan ASEAN Harumkan Nama Indonesia

Selasa, 12 November 2019 : 09.51
Palembang - Ekspansi pasar internasional yang dilakukan oleh GoJek ke negara-negara kawasan ASEAN seperti Vietnam, Thailand, dan Singapura dinilai mengharukan nama Indonesia di kancah dunia.

Apa yang dilakukan Gojek, adalah sebuah keniscayaan yang tidak terelakan seiring dengan besarnya manfaat ekonomi yang diberikan serta kebutuhan konsumen di masing-masing negara.

Dalam pandangan pengamat ekonomi Sumatera Selatan Yan Sulistyo menyatakan, ekspansi GoJek ke Vietnam merupakan wujud kejelian perusahaan mengambil peluang atas pertumbuhan negara tersebut yang diprediksi akan menjadi negara nomor 2 terbesar di Asia Tenggara setelah Indonesia.

“Kenapa gojek membuka Go-Viet, karena diprediksikan vietnam ini akan menjadi negara nomor 2 terbesar setelah indonesia, selain itu karakteristik orang Vietnam tidak jauh berbeda dari orang Indonesia,” ujarnya dalam Seminar Ekonomi Digital di Universitas Sriwijaya, Palembang baru-baru ini.

Dia mengungkapkan, karakteristik konsumen Indonesia dan Vietnam berbeda dengan Malaysia dan Singapura yang cenderung lebih individual. Selain itu, Malaysia dan Singapura menerapkan kebijakan pengurangan polusi udara dengan menekan produksi dan penjualan kendaraan bermotor.

Pembantu Direktur 1 Politeknik UNSRI Carlos RS ST. MT., menambahkan, keberadaan GoJek dapat meningakatkan perekonomian di Indonesia maupun dunia. "Keberadaan aplikasi yang mampu mengakomodasi beragam kebuhan konsumen telah mengubah pola hidup manusia," tuturnya.

Proses pengoperasiannya sangat-sangat cepat, hanya 0,01 detik dapat mengakses GoRide, GoSend, GoFood dan lainnya. "Dengan menggunakan aplikasi ini orang berbelanja bisa langsung dikirim ke rumah. Inilah ekonomi digital,” tandas Carlos.

Ke depan, ekonomi digital akan terus berkembang dengan pesat. Pola konsumsi konsumen di seluruh dunia telah berubah, dari semula berbelanja harus melihat produk di toko, seiring dengan padatnya aktivitas harian, berbelanja cukup menggunakan aplikasi.

Mengacu riset Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI), kontribusi Gojek terhadap perekonomian Indonesia hingga 2018 mencapai Rp 55 Triliun per tahun, dari layanan transportasi, pesan antar makanan dan layanan gaya hidup.

Selain itu, riset kualitatifnya juga mengungkapkan bahwa para mitra yang berada dalam ekosistem Go-Jek mengakui adanya manfaat di luar keuntungan ekonomi yang mereka peroleh. Mitra melihat hidup mereka lebih baik bersama Go-Jek.

Kemudian, berdasarkan pengukuran kepuasan hidup mitra yang menggunakan instrumen The Satisfaction with Life Scale (SWL) dari Pavot dan Diener (2013)1, skor rata-rata kebahagian mitra yang ditemukan pada penelitian ini adalah 24,3 dari skala maksimal 35.

Artinya, secara umum mitra Go-Jek tergolong cukup puas dengan hidupnya yang menjadi lebih baik dan merasa bahagia. (rhm)

Rekomendasi