menu
search

Dikunjungi BKKKS, Pasangan Lansia Wayan Keten dan Marniah Berkaca-kaca

Jumat, 01 November 2019 : 19.53
Ketua Umum BKKKS Provinsi Bali Ny Tjokorda Putri Haryani Sukawati mengunjungi pasangan lansia di Denpasar
Denpasar - Mata pasangan lansia I Wayan Keten (66) dan Marniah (63) yang tinggal di gubuk kecil beralaskan tanah di Denpasar tampak berkaca-kaca menandakan rasa haru ketika mendapat kunjungan Ketua Umum Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial (BKKKS) Provinsi Bali, Ny Tjokorda Putri Haryani Sukawati.

Kedatangan Haryani bersama jajaran Dinas Sosial Provinsi Bali, sebagai respon cepat atas kondisi pasangan Keten dan Marniah dengan memberikan bantuan berupa fasilitasii panti jompo kepada lansia kurang mampu.

Pasangan ini tinggal di seputaran Sekar Tunjung, Denpasar. Di gubuk yang tidak layak huni karena berdinding dan beratapkan asbes tersebut, Keten hanya bisa berbaring dengan hanya dilindungi kelambu tipis.

Pada bangunan ditempati tersebut, dibangun kayu seadanya, sewaktu-waktu bisa roboh. Mirisnya agi, karena sakit yang dideritanya Keten kini tidak bisa berjalan, apalagi untuk sekedar mencari nafkah.

Keten ditemani istrim menghabiskan hari berbaring di tempat tidur sembari menunggu bantuan dari sanak keluarga dan orang-orang yang peduli. Dinas Sosial bergerak cepat untuk memberikan bantuan berupa fasilitasi agar pasangan lansia ini bisa secepatnya dipindahkan ke fasilitas panti jompo.

Fasilitasi tersebut disampaikan pendamping orang nomor 2 di Bali, yang sekaligus Ketua Umum BKKKS Bali, Putri Haryani, saat meninjau tempat tinggal Keten-Marniah.

Dengan difasilitasi untuk dipindahkan ke Panti jompo, maka pasangan ini bisa memperoleh fasilitas yang lebih baik dan layak. "Kesehatannya juga akan dipantau secara periodik, sehingga lebih terjamin,” tutur Putri Haryani

Kepala Dinas Sosial Provinsi Bali I Dewa Gede Mahendra Putra menyampaikan, fasilitasi ke panti jompo ini merupakan kewajiban dari pemerintah provinsi mengingat keadaan yang bersangkutan sangat perlu bantuan.

Kondisi tempat tinggal yang bersangkutan sangat tidak layak dan harus segera ditangani.

Untuk itu secepatnya akan dipindahkan ke panti jompo Werdha Syailendra, (Jimbaran, Kabupaten Badung), nantinya ditangani lebih maksimal. "Kesehatannya juga akan ditangani lebih intensif,” jelas Dewa Mahendra.

Langkah itu sejalan Perda No 11 tahun 2018 tentang kesejahteraan lansia. Hal ini menunjukkan komitmen pemda terhadap kesejahteraan lansia baik dari sisi alokasi anggaran daerah maupun penanggung jawab pelaksana kebijakan di tingkat daerah.

Pihaknya tidak akan membuka pintu selebarnya bagi keluarga yang ingin menjenguk bahkan bila nantinya akan menjemput yang bersangkutan bila dirasa secara ekonomi sudah memungkinkan.

"Selain kesehatan dan tempat tinggal yang layak nantinya yang bersangkutan akan mendapatkan beragam kegiatan positif untuk mengisi hari tuanya, tidak menyendiri lagi,” tandasnya.

Seusai kunjungan tersebut, rombongan juga berkunjung dan meninjau Yayasan Metta Mama dan Maggha di Jalan Gunung Lawu, Pemecutan Kelod, Denpasar Barat. Yayasan non profit tersebut memiliki tujuan mulia yakni menampung dan merawat bayi yang terlantar dan ditelantarkan. (rhm)

Rekomendasi

Berita Terbaru

Lihat Semua