Diageo Ingin Wujudkan Desa Wisata Bali Bebas Sampah Plastik

Senin, 25 November 2019 : 05.53
Tabanan - Kampanye terhadap pengurangan penggunaan sampah plastik di Bali terus berlanjut, salah satunya dilakukan PT. Langgeng Kreasi Jayaprima (Diageo) melalui workshop bersama warga Desa Nyambu, Kediri, Tabanan, Minggu (24/11/2019).

Diageo mempunyai inisiatif sendiri untuk berkontribusi langsung dalam mendukung terciptanya desa wisata bebas sampah plastik yang berkelanjutan.

"Kami awali mengurangi sampah plastik sekali pakai di lingkungan perusahaan kami di Desa Nyambu ini,” ucap Dendy A, Borman, Diageo Corporate Affairs Director saat ditemui di Desa Nyambu, Kecamatan Kediri, Tabanan,

Kegiatan dilatarbelakangi, masih adanya penggunaan sampah plastik, terutama sampah plastik sekali pakai. Dan Desa Nyambu, diharapkan dapat menjadi Pilot Project untuk kegiatan selanjutnya.

Dendy menjelaskan, kegiatan ini sudah berlangsung sejaka tahun lalu. Diawali langkah kecil seperti mengurangi pemakaian sedotan di lingkungan internal perusahaan dan dilakukan di kantor Diageo di seluruh dunia.

Gubernur Bali Wayan Koster bahkan mengeluarkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 97 tahun 2018 tentang pembatasan timbulan sampah plastik sekali pakai.

Sebagai kelanjutan dari program Diageo sebelumnya yakni mendukung terciptanya desa wisata ekologi. “Setelah terbentuk desa wisata ekologi, kemudian dilanjutkan dengan program bebas sampah plastik ini,” ungkap Dendy.

Diageo paham bahwa seiring dengan berkembangnya Nyambu sebagai desa wisata maka akan makin banyak turis datang. Konsekuensinya adalah sampah plastik yang makin bertambah.

Agar konsep penggunaan plastik sekali pakai bisa dieliminasi, Diageo bekerjasama dengan Yayasan Saraswati dengan membuat program 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Kerjasama ini sudah berjalan sekitar 8 bulan.

“Kami inginkan pembangunan yang berkelanjutan atau sustainable development. Dari forum diskusi ini, akan ada masukan misalnya membangun paradigma bagaimana orang membuang sampah plastik dan sebagainya.

Jadi kepada membangun kepedulian masyarakat Nyambu dalam turut menangani sampah plastik,” tegasnya.

Tiara Permadi (Project Manager) didampingi Ester Margaretha, Assistant Project Manager (Koordinator Proyek Inisiatif Bebas Plastik) Yayasan Saraswati menambahkan, kegiatan diskusi di Kantor Kepala Desa Nyambu untuk mencari tau program apa yang akan dilakukan masyarakat guna mengurangi sampah plastik sekali pakai tersebut.

Yayasan Saraswati ingin tahu apa saja program masyarakat Desa Nyambu terkait mengurangi sampah plastik sekali pakai ini.

Memang program ini sudah berjalan tetapi masih ada kendala yakni bagaimana mengolah sampah plastik, tentunya sebelum mengolah harus ada upaya mengurangi sampah dulu. Mengolah adalah solusi terakhir,” ucapnya.

Prosesnya yaitu dari para warga lebih dulu memetakan masalah, dari awal sampah itu ada, bagaimana memilahnya, apa tantangannya dan terakhir solusinya nanti yakni mengolah sampah itu seperti apa. Ini yang akan kita bahas dan tentukan langkah-langkah selanjutnya. (mal)

Rekomendasi