Bukukan Kinerja Positif, Nasabah KPF Alami Pertumbuhan 18,85%

Jumat, 22 November 2019 : 19.14
Kepala Divisi Riset dan Pengembangan Produk PT Bursa Berjangka Jakarta Lukas Lauw saat pemaparan di Media Training Pengenalan Seluk Beluk Produk Derivatif Loco Gold di Hotel Kuta Paradiso, Badung
Denpasar - Dengan membukukan kinerja positif sehingga PT Kontak Perkasa Futures (“KPF”) berjalan seriinbg dengan peningkatan pertumbuhan nasabahnya.

Berdasar laporan Perseroan tercatat total nasabah baru KPF mencapai 1.715 nasabah hingga akhir September 2019. Angka itu, mengalami peningkatan sebesar 18.85% dibandingkan kuartal III tahun 2018 sebanyak 1.443 nasabah baru.

Kinerja positif dibukukan PT Kontak Perkasa Futures (“KPF”) hingga 30 September 2019. Sepanjang kuartal III ini, KPF berhasil membukukan volume transaksi sebesar 445.669 lot naik sebesar 9,89%. dibandingkan tahun lalu pada periode yang sama.

Pencapaian didorong pertumbuhan volume transaksi bilateral (SPA/Sistim Perdagangan Alternatif) sebesar 10,01% menjadi 412.137 lot. Sementara hasil volume transaksi multilateral (komoditi) naik 8,49% menjadi 33.532 lot.

Pertumbuhan yang positif ini tidak lepas dari dukungan kestabilan pasar dan harga komoditas terutama pada emas, kakao dan olein. Meski diselimuti tahun politik yang menghangat, namun tidak menyurutkan nasabah untuk berinvestasi di instrumen perdagangan berjangka.

Saat ini KPF menempati urutan nomor empat dari lima perusahaan pialang berjangka terbesar nasional, berdasarkan data Bursa Berjangka Jakarta. Catatan prestasi ini tidak akan berhenti hingga menjadi nomor satu di industri Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia.

Menurut, Direktur Utama PT. Kontak Perkasa Futures, Parlindungan Simanjuntak pertumbuhan jumlah nasabah baru terjadi seiring kepercayaan masyarakat yang meningkat terhadap jasa investasi berjangka dan sebagai hasil upaya Perseroan memberikan layanan yang lebih baik dari waktu ke waktu.

“Nasabah adalah mitra terdekat selama ini. Sehingga, fokus strategi kami senantiasa melihat kebutuhan nasabah yang dinamis sehingga dapat menjadi mitra investasi terbaik untuk mereka,” ungkapnya.

Terkait rapor positif pada volume transaksi KPF, Parlindungan mengatakan bahwa kinerja KPF dari tahun ke tahun selalu bergerak tumbuh secara konsisten.

Selain dukungan nasabah dan self regulatory organization (SRO), pencapaian ini terutama berkat hasil kerja keras tim marketing, dan seluruh karyawan KPF dalam mengejar target yang telah ditetapkan.

Saat ini KPF telah memfasilitasi sistem transaksi perdagangan berjangka dengan SITNA atau Sistem Informasi Transaksi Nasabah yang telah disediakan oleh Kliring Berjangka Indonesia dan Bursa Berjangka Jakarta.

Dengan adanya SITNA, setiap transaksi kontrak berjangka yang tercatat di bursa berjangka dapat dipantau oleh nasabah kapan pun dan di mana pun.

Di samping SITNA, saat ini KPF juga menyediakan fasilitas registrasi online dan aplikasi transaksi berbasis aplikasi di IOS maupun android. Sistem ini memungkinkan nasabah melakukan transaksi secara real time.

Layanan Mengesankan, Nasabah Baru KPF Bali Capai 560 Nasabah

Kinerja KPF Bali mencatatkan pertumbuhan yang positif sepanjang Januari hingga Juni 2019. Total volume transaksi mencapai 96.436 lot atau meningkat 22,18%. Untuk pertumbuhan nasabah baru mencapai 19,66% menjadi 560 nasabah.

Hasil pencapaian itu ditopang oleh semakin tingginya minat para nasabah di Bali untuk berinvestasi di perusahaan pialang berjangka. Pihaknya, selama ini terus melakukan sosialisasi dengan tim marketing kepada para calon nasabah. Bali memiliki nasabah potensial yang lumayan banyak.

Pimpinan Cabang KPF Bali A. Prajnametta Mulia mengungkapkan, karena sebagian besar masyarakat bermata pencaharian sebagai pengusaha di bidang pariwisata, dan pertanian, sehingga dari sisi skala ekonomi mereka merupakan target potensial untuk perusahaan pialang berjangka.

Menjelang akhir tahun 2019, ibu yang akrab disapa Metta ini melanjutkan bahwa pihaknya optimistis dapat menambah jumlah nasabah baru lebih banyak dengan target mencapai 670 nasabah. Langkah yang dilakukan, selain direct contacting dan selling, juga edukasi yang berkelanjutan.

“Secara khusus, sebagai program ke depan kami juga berencana mengunjungi sejumlah kampus untuk menjalankan program Futures Trading Learning Centre (FTLC) bersama Bursa Berjangka Jakarta dan Kliring Berjangka Indonesia,” jelasnya saat Media Training Pengenalan Seluk Beluk Produk Derivatif Loco Gold di Kuta, Badung.

Turut hadir sebagai pembicara Divisi SPI dan Kepatuhan PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) Sarah Syauqina, Pimpinan Cabang KPF Bali A Prajnametta Mulia,Kepala Divisi Riset dan Pengembangan Produk PT Bursa Berjangka Jakarta Lukas Lauw dan Wakil Pialang Berjangka KPF Bali I Wayan Geulis Ardika. (rhm)

Rekomendasi