menu
search

Atasi Sampah di Bali, Bir Bintang Pasang 100 Trash Booms

Sabtu, 02 November 2019 : 14.28
Pemasangan trash booms di Sungai Yeh Poh, Kerobokan Kaja, Kecamatan Kuta Utara, Badung
Badung - Bir Bintang bersama komunitas Make A Change World mendukung budaya pengelolaan sampah yang bertanggung jawab untuk melindungi Bali sebagai daerah tujuan pariwisata dengan teknologi jebakan sampah dengan alat trash booms.

Kampanye ini juga mencakup pemasangan 100 trash booms di beberapa titik wilayah Bali. Solusi teknologi terjangkau untuk jebakan sampah ini dikembangkan perusahaan startup lingkungan asal Jerman, Plastic Fisher.

Bali yang dikunjungi oleh 16 juta wisatawan setiap tahun dan menyumbang USD 7,6 miliar (100 triliun rupiah) pada tahun 2018 yaitu sekitar 40 persen dari pendapatan negara dari sektor pariwisata.

Sayangnya, tahun 2019, telah terjadi penurunan jumlah pengunjung yang signifikan yang menyebabkan penurunan belanja pariwisata di Bali sekitar 8%.

Sampah dapat menjadi penghambat daya tarik pariwisata di Bali dan sangat mempengaruhi citra Pulau Dewata. Bali menghasilkan sekitar 1,6 juta ton sampah per tahun dan 20%-nya adalah sampah plastik.

Pemerintah Bali berkomitmen untuk mengurangi 70% sampah pada tahun 2025 dan mengeluarkan peraturan pendukung dan pengembangan strategi pengelolaan sampah yang terintegrasi.

Langkah itu didukung aktivis lingkungan setempat. Namun, semua harus dimulai dari pemahaman yang lebih baik tentang pengelolaan sampah yang bertanggung jawab dan perubahan perilaku masyarakat.

Bir Bintang, bir ikonik Indonesia, bekerja sama dengan aktivis lingkungan Gary Benchegib, pendiri Make A Change World meluncurkan kampanye untuk memperkenalkan budaya pengelolaan sampah yang bertanggung jawab untuk melindungi Bali.

Kampanye ini juga akan mencakup pemasangan 100 trash booms di sekitar Bali, solusi teknologi terjangkau untuk jebakan sampah yang dikembangkan oleh perusahaan startup lingkungan asal Jerman, Plastic Fisher.

Trash booms secara efektif dapat menghentikan sampah masuk ke sungai, saluran air, dan pantai Bali.

Mariska van Drooge, Marketing Director PT Multi Bintang Indonesia Niaga mengungkapkan, Bir Bintang sebagai merek ikonik Indonesia dan kebanggaan bangsa, berkomitmen untuk mendukung pariwisata Indonesia dan memastikan Bali terus menjadi destinasi wisata bintang.

"Kami percaya cara terbaik untuk mencegah sampah ke pantai dan laut dimulai dari budaya perilaku kelola sampah yang bertanggung jawab dan mencegah sampah ke sungai,” kata Mariska dalam keterangannya saat pemasangan trash booms di Sungai Yeh Poh, Kerobokan Klod, Kuta Utara, Badung, Sabtu (2/11/2019).

Sementara Gary Benchegib, menambahkan dalam 10 tahun terakhir, telah meluncurkan ekspedisi di beberapa sungai paling tercemar di dunia dan telah melihat sendiri perlunya tindakan sesegera mungkin.

"Untuk merayakan sepuluh tahun berdiri, kami sangat senang untuk berkontribusi ke tempat awal semuanya dimulai yaitu Bali," kata Gary. Untuk langkah awal, akan ada tiga trash booms sungai di anak-anak sungai Ayung, jalur air terpenting di Bali.

Trash booms ini dipasang beberapa minggu mendatang dan selanjutnya akan diikuti oleh kampanye edukasi interaktif soal tata kelola sampah untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya untuk tidak membuang sampah di sungai.

Trash booms diciptakan cukup efektif dan terbuat dari bahan-bahan lokal untuk memberikan solusi pengumpulan sampah di sungai yang sederhana dan efisien sesegera mungkin.

"Alat ini mudah dirakit dan dirawat. Sebelumnya, kami telah berhasil mengimplementasikan ini di Sungai Citarum," kata Leading Engineer Plastic Fischer Moritz Schulz.

Guna melacak perkembangan dan keefektifan kegiatan ini, sebuah platform online bernama River Watch diaktifkan untuk memantau sungai dan memberikan edukasi publik. Platform online ini diharapkan menjadi platform sungai bersih di seluruh dunia.

Sebagai sebuah merek, Bir Bintang terus menerus menemukan cara untuk memperbaiki jejak lingkungannya. Semua botol Bir Bintang dapat dikembalikan dan digunakan kembali.

Kaleng dan tutup botol Bintang juga terbuat dari bahan yang dapat didaur ulang dengan mudah. Setiap orang dapat berkontribusi untuk melindungi Bali mulai dari tindakan kecil.

Kami mendorong masyarakat untuk membangun budaya pengelolaan limbah yang bertanggung jawab dengan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, tidak membuang sampah ke sungai, dan membersihkan Bali bersama-sama.

Kampanye ini akan mencakup ekspedisi untuk melacak jalur air sungai Ayung, serta pemutaran film dan video edukasi publik di pasar tradisional dan banjar setempat, pembersihan komunitas dan sesi edukasi.

Proyek ini mendapat dukungan kelompok lingkungan, berbagai influencer Bali, seniman, pemerintah Bali, dan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia.

Tampak hadir Deputi IV Kemenko Kemaritiman dan Investasi Sfari Burhanudin dan pejabat tokoh masyarakat setempat. (rhm)

Rekomendasi

Berita Terbaru

Lihat Semua