Anggota HAMI Bersatu Harus Melek Layanan Hukum Digital

Minggu, 10 November 2019 : 18.55
Ketua Umum HAMI Bersatu Sunan Kalijaga (kiri) bersama Ketua DPD HAMI Bersatu Bali Agustinus Nahak
Badung - Memasuki era digitalisasi sekarang harus diantisipasi dengan baik semua anggota Himpunan Advokat Muda Indonesia (HAMI) Bersatu dengan memahami layanan hukum digital.

Harapan itu disampaikan Ketua Umum DPP HAMI Bersatu Sunan Kalijaga ditanya seputar program dan capaian organisasi yang dipimpinnya yang kini menginjak usia enam tahun.

Ditegaskan HAMI Bersatu harus bisa menjadi suatu wadah advokat yang mengedepankan keberagaman serta harus memiliki kepedulian nyata terhadap masyarakat yang belum memiliki akses terhadap pelayanan hukum dengan mengacu kepada prinsip kesetaraan.

Ketua Umum DPP HAMI BERSATU, Sunan Kalijaga, SH.

"Tema Tantangan Advokat Di Era Artificial Intellegence dipilih karena Advokat harus siap menerima tantangan dalam era digitalisasi 4.0," ujar Sunan menjelang perayaan DIES NATALIS ke 6 DPD HAMI Bersatu Bali yang akan berlangsung di Paradiso Kuta Hotel, Senin (11/11/2019).

Sunan menjelaskan, era digital ditandai mana sistem peradilan dengan layanan E-Court sudah lebih dulu dikembangkan. Untuk itu, diperlukan sosialisasi dan diseminasi informasi terkait layanan bantuan hukum yang harus mengacu pada kecepatan data dan informasi.

Hal sama ditegaskan Ketua DPD HAMI Bersatu Bali, Agustinus Nahak, mengisyaratkan bahwa Advokat sejati harus melayani masyarakat dengan hati nurani dan senantiasa membantu proses pelayanan dan bantuan hukum secara maksimal.

Kata Agustinus, HAMI Bersatu harus punya siap memberikan edukasi kepada para advokat untuk memahami tata cara litigasi hukum di pengadilan di masa depan yang mau tidak mau mereka.

"Terutama para advokat tunas mendapat pembekalan tentang layanan hukum digital," demikian Agustinus. (rhm)

Rekomendasi