menu
search

TPID Bali Jaga Kestabilan Harga Jelang Hari Besar Keagamaan

Selasa, 29 Oktober 2019 : 22.28
High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Bali di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Bali
Denpasar - Dalam mengendalikan laju inflasi Tim Pengendalian Inflasi Provinsi Bali telah menyusun beberapa hal yang menjadi perhatian dalam rangka persiapan menjelang peak season Hari Besar Keagamaan seperti koordinasi dan sinergisitas seluruh pihak terkait guna menjaga kestabilan harga.

Hal tersebut ditegaskan Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati saat High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Bali di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Renon, Denpasar, Selasa (29/10/2019).

Cok Ace, sapaan Wagub Bali, mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi Bali pada semester pertama tahun 2019 mencapai 5,80 persen.

"Meski melambat 0,02 persen, namun angka ini masih lebih baik dari pertumbuhan rata-rata nasional, yang tumbuh sebesar 5,05 persen (yoy). Tentunya, pariwisata turut berkontribusi untuk pertumbuhan ekonomi Bali," tuturnya dalam sambutan.

Dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Kategori G (Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor) sebesar 9,48 persen.

Jika dilihat sisi pengeluaran penunjang utama pertumbuhan ekonomi semester I-2019 yakni Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) yang tercatat tumbuh sebesar 19,64 persen.

Pada September 2019, Provinsi Bali mengalami penurunan harga (deflasi) sebesar -0,58% (mtm) membaik dibandingkan bulan sebelumnya yang mengalami inflasi sebesar 0,44% (mtm).

Pencapaian deflasi Bali bulan September ini tercatat lebih dalam dibandingkan dengan deflasi Nasional yang tercatat sebesar 0,27% (mtm).

Secara tahunan, inflasi Bali tercatat sebesar 2,54% (yoy), juga lebih rendah dibandingkan dengan nasional yang sebesar 3,39% (yoy). Dengan demikian, inflasi Bali pada September 2019 masih berada pada rentang sasaran inflasi nasional 3,5%±1% (yoy).

Pencapaian ini tentunya tidak lepas dari peran aktif TPID Provinsi Bali dalam mengendalikan inflasi melalui pemantauan kecukupan stock ketahanan pangan, menjaga stabilitas dan ekspektasi harga, penggalian informasi dengan stakeholders/instansi terkait, serta melalui forum koordinasi TPID.

"Apresiasi sebesar – besarnya kami sampaikan jajaran pimpinan OPD yang telah berkontribusi dalam mengambil langkah – langkah antisipatif pengendalian inflasi," ujar Cok Ace.

Menghadapi kondisi tersebut, Tim Pengendalian Inflasi Provinsi Bali telah menyusun beberapa hal yang menjadi perhatian dalam rangka persiapan menjelang peak season Hari Besar Keagamaan seperti koordinasi dan sinergisitas seluruh pihak terkait guna menjaga kestabilan harga.

Peningkatan jangkauan sumber produksi pertanian terhadap pusat pemasaran produk dalam berbagai kegiatan jual beli. Selain itu, penyediaan sistem pergudangan dan cold storage untuk menjaga ketersediaan pasokan sepanjang tahun serta menghadapi panen raya dan masa paceklik.

"Kerja sama Perdagangan Antar Daerah guna menjaga kestabilan harga. Keikutsertaan pelaku usaha dalam menjaga harga dalam tingkat yang wajar," tandas Cok Ace.

Karena itu, dalam rangka menjaga inflasi khususnya menjelang akhir tahun dan Hari Besar Keagamaan yang bersamaan dengan peak season liburan wisatawan, maka dilaksanakan upaya pengendalian inflasi melalui action plan yang akan dilakukan.

Pertama Strategi Kebijakan Perdagangan, yakni Pelaksanaan sidak ke pasar menjelang hari besar keagamaan, Pasar Murah, penyediaan data kecukupan stock komoditas perdagangan terkini seperti komoditas sembako utama, daging, telur, dan bumbu-bumbuan, untuk 3 bulan ke depan.

"Kami menghumbau supermarket,distributor, pedagang besar untuk menyediakan program-program diskon,leaflet, serta untuk tidak menaikan harga melalui koordinasi Dinas Perdagangan dan Perindustrian," sambungnya.

Seluruh maskapai penerbangan juga dihimbau untuk pengenaan tarif pada saat peak season diberikan sesuai batas tarif yang telah ditentukan di masing-masing kelas dan tidak melampaui batas atas yang telah ditetapkan oleh Kementerian Perhubungan.

"Himbauan kepada Organda di Bali agar mengenakan tarif angkutan kota/antar kota yang wajar sesuai dengan kebijakan yang telah ditetapkan Kementerian Perhubungan," imbuhnya.

Pada bagian lain, pihaknya ingin meemastikan kesiapan pelabuhan Gilimanuk, infrastruktur transportasi untuk manusia dan barang, aturan-aturan yang mendukung kelancaran distribusi barang/ komoditas.

"Memastikan kelancaran pasokan BBM dan energi di Bali selama periode peak season," tegas dia.

"Tak kalah pentingnya, memastikan keamanan dan kelancaran distribusi komoditas pangan dan BBM/energi, serta menindak tegas para oknum yang melakukan aksi spekulan/penimbunan," tutur Cok Ace.

Untuk strategi Pembentukan Ekspektasi/ Persepsi melalui Siaran Pers dan talkshow di televisi guna memberikan himbauan moral maupun informasi kepada masyarakat terkait kecukupan pangan, BBM/energi selama periode peak season, kelancaran pasokan dan distribusi serta berbagai kebijakan yang mendukung stabilisasi harga.

Strategi komunikasi pengendalian konsumsi dan membangun ekspektasi masyarakat dengan Pasar Murah/Operasi Pasar, kerjasama BI, Disperindag dan Bulog di provinsi dan seluruh kabupaten.

Juga, Melakukan pemantauan Harga Harian/Isu-isu strategis terkait inflasi yang dilakukan melalui pemantauan SiGapura (Sistem Informasi Harga Pangan Utama dan Komodityas Strategis) Provinsi Bali. (rhm)

Rekomendasi

Berita Terbaru

Lihat Semua