menu
search

PHRI: Wacana Zonasi Taksi Online Potensi Rugikan Pariwisata Bali

Kamis, 31 Oktober 2019 : 14.12
Denpasar - Ketua PHRI Badung Rai Suryawijaya menilai wacana zonasi taksi online berpotensi akan merugikan parwisata di Pulau Bali. Rai menegaskan, kehadiran taksi online di kawasan Bali telah turut memacu roda perekonomian setempat, terutama di sektor pariwisata.

Kemudahan akses transportasi menjadikan wisatawan lebih mudah menjangkau tempat-tempat wisata yang terpencil namun eksotik. Dia mengatakan di era industri 4.0, kemudahan sarana transportasi kian menjadi kebutuhan masyarakat.

Didalamnya termasuk turis yang datang ke pelosok daerah. Akibat nya, bisnis moda transportasi online menjadi semakin menarik. Tak heran kata Rai, masyarakat lokal kini cukup antusias untuk ikut ambil bagian dalam industri ini.

Diakuinya, kondisi ini entu saja akan memantik persaingan antara taksi online dan offline, sehingga dibutuhkan regulasi Yang pas agar keduanya bisa berjalan dengan baik dan sama-sama menunjang peningkatan ekonomi daerah khususnya Pariwisata di BALI.

Namun demikian, Rai mengingatkan, Ranperda yang menerapkan sistem zonasi taksi online itu bisa berpengaruh pada wilayah serap wisatawan yang ada di tempat-tempat yang dilarang.

Lantaran terbatasnya akses layanan dan kemudahan yang selama ini dirasakan wisatawan yang biasa menggunakan taksi online. Seorang driver taksi online BALI yang enggan namanya ditulis membenarkan bahwa tidak semua mereka yg memiliki akses layanan ke seluruh pelosok Bali.

Beberapa daerah yang tidak dibolehkan untuk di akses itu antara lain tempat wisata yang kental dengan adat Bali. “Di tempat-tempat tertentu saja. Di tempat wisata seperti Ubud, Canggu, Nusa Dua, tidak boleh. dikarenakan di sana kental adat istiadatnya.

"Jika kita melanggar peraturan sana si driver akan dikenakan sanksi. Kalau hukumannya tergantung dari dari datanya, saya tidak bisa memastikan,” terang dia.

Dia membenarkan jika saat ini ada sistem zonasi di beberapa wilayah di Bali, khususnya hotel-hotel yang telah bekerja sama dengan paguyuban transportasi warga lokal.

Disinggung soal adanya pembatasan operasional taksi online berpelat nomor di luar BALI, driver online tersebut juga membenarkan. "Di Bali taksi online diutamakan berplat DK semua,” sambungnya.

Soal pembatasan ini, Rai menambahkan, ini untuk tujuan kemudahan Pengawasan. “Kalau itu saya setuju, sehingga akan memudahkan mengetahui identitas. Tapi kalau KTP kan bisa dari seluruh Indonesia, hanya plat kendaraannya yang terdaftar di sini,“ tutup Rai.

Identifikasi ini juga salah satunya bertujuan untuk memberikan keamanan bagi konsumen. Apalagi, Bali merupakan pulau internasional yang banyak ditinggali wisatawan mancanegara, sehingga penting untuk menjamin keamanan dan kalau perlu dijadikan percontohan terkait SOP keselamatan. (rhm)

Rekomendasi

Berita Terbaru

Lihat Semua