Pangdam IX/Udayana, Partisipasi Masyarakat Indikator Keberhasilan TMMD

Senin, 21 Oktober 2019 : 23.05
Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto saat melakukan peninjauan pembangunan jembatan TMMD ke 106 di Tabanan
TABANAN - Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto mengingatkan Dansatgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-106 Tahun Anggaran 2019 di Kabupaten Tabanan yang juga Dandim 1619/Tabanan Letkol Inf Toni Sri Hartanto, bahwa metode yang diterapkan dalam pelaksanaan TMMD adalah metode gotong-royong yang diwujudkan dengan partisipasi masyarakat.

"Partisipasi masyarakat menjadi salah satu indikator keberhasilan pelaksanaan TMMD," tegasnya.

Hal itu dikemukakan Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto saat meninjau secara langsung pelaksanaan TMMD Ke-106 Tahun Anggaran 2019 Kodim 1619/Tabanan di Desa Gubug, Tabanan, Bali, Senin (21/10/2019).

Menurut Pangdam Beny Susianto, berdasarkan pantauan langsung di lapangan, Satgas TMMD Ke-106 Kodim 1619/Tabanan bersama masyarakat sedang menyelesaikan pembuatan senderan, finishing pembangunan jembatan yang menghubungkan Desa Gubug dan Desa Bongan.

"Saya berharap menjelang penutupan TMMD tanggal 31 Oktober 2019 mendatang semua proyek TMMD selesai dan siap diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Tabanan yang nantinya manfaatnya akan dirasakan oleh masyarakat kedua desa," harapnya.

Pangdam menegaskan, sasaran pembangunan TMMD Ke-106 di Tabanan sangat strategis, karena pembangunan jembatan digunakan untuk menghubungkan dua desa yaitu Desa Gubug dan Desa Bongan.

"Penentuan sasaran TMMD oleh pemerintah dan masyarakat sangat baik melalui proses buttom-up, yaitu diusulkan oleh masyarakat kepada pemerintah daerah sehingga pembangunan yang dikerjakan dapat memberikan manfaat bagi kebutuhan masyarakat," katanya.

Pangdam juga menyebutkan bahwa TNI dengan anggaran yang dialokasikan sangat siap termasuk dengan tenaganya untuk membantu proses pembagunan di wilayah. Hanya, menurutnya, harus ada dukungan dari pihak pemerintah daerah dalam mengalokasikan anggaran pelaksanaan TMMD.

"Semakin besar yang dianggarkan, maka semakin banyak bisa dibangun yang tentunya menyentuh kebutuhan masyarakat," katanya.

Menurut Pangdam Benny Susianto, selain melaksanakan sasaran fisik berupa pembuatan jembatan maupun bedah rumah, TMMD juga memiliki sasaran non-fisik dalam bentuk ceramah dan sosialisasi.

Hal ini mengandung nilai spirit dan kepedulian masyarakat terhadap proses pembangunan nasional di wilayahnya.

"Kalau masyarakat sudah peduli terhadap pembangunan di wilayahnya, maka kita berharap hasil pembangunan yang dicapai akan bertahan lama karena adanya rasa memiliki dan mau memelihara.

Saya berharap proyek fisik yang dibangun dalam TMMD ini, nanatinya juga bisa dipelihara sehingga bisa bertahan lama dimanfaatkan oleh warga masyarakat," pungkasnya. (gus)
Bagikan Artikel

Rekomendasi