Nusa Penida Diburu Wisman, Bali Rancang Pembangunan Dermaga Segitiga Emas

Jumat, 18 Oktober 2019 : 21.35
Wagub Bali Cok Ace saat berbicara di Trade Tourism and Investmen Forum 2019 di ICE BSD City Banten/ist
Banten - Semakin banyaknya jumlah wisatawan asing yang berlibur ke Pulau Nusa Penida dan Nusa Lembongan membuat Pemerintah Provinsi Bali untuk serius mengembangkan kawasan tersebut dengan merancang pembangunan dermaga segitiga emas.

Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati menyampaikan hal itu saat menjadi pembicara pada Talk Show dalam Trade, Tourism and Invesment Forum Tahun 2019 yang berlangsung di Garuda 5 Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City Banten, Jumat (18/10/2019).

Cok Ace, sapaanya memaparkan potensi dan tantangan yang dihadapi dalam pembangunan Daerah Bali. Mengawali paparannya, penglingsir Puri Ubud ini menjelaskan bahwa dari segi luas wilayah, Bali terbilang kecil yaitu hanya seluas 5.700 km persegi.

Capaian secara makro, Bali berada di atas rata-rata nasional dalam Indek Pembangunan Manusia (IPM), sedangkan angka kemiskinan berada di bawah rata-rata nasional.

Terkait kontribusi tiap sektor terhadap PDRB, pariwisata masih mendominasi yaitu sebesar 69,38 persen, disusul sektor industri dan pertanian masing-masing 15,87 persen dan 14, 75 persen.

Gambaran kontribusi tiap sektor itu menunjukkan bahwa hingga saat ini pariwisata masih menjadi lokomotif perekonomian daerah Bali.

Terkait dengan perkembangan sektor pariwisata, dalam kesempatan itu Cok Ace juga menginformasikan bahwa selain wilayah daratan, Bali mempunyai beberapa pulau kecil yang sedang berkembang yaitu Nusa Penida dan Nusa Lembongan.

"Setiap harinya rata-rata 5.000 wisatawan menyeberang ke Nusa Penida dan Nusa Lembongan," sebutnya.

Untuk itu, Pemprov Bali memberi perhatian terhadap pengembangan pulau-pulau tersebut melalui rencana pembangunan dermaga segitiga emas yang menghubungkan Bali daratan dengan Pulau Nusa Penida dan Nusa Lembongan.

Di lain pihak, sejalan dengan menggeliatnya perkembangan Nusa Penida dan Lembongan sebagai destinasi pariwisata, Bali juga dihadapkan pada sejumlah tantangan antara lain menurunnya kualitas wisatawan.

Menurutnya, belakangan yang datang berkunjung lebih didominasi anak-anak muda yang ke Bali hanya untuk menambah pengalaman, sehingga kenaikan jumlah kunjungan tak begitu berpengaruh pada pertumbuhan industri kerajinan.

Selain itu, Bali juga harus menghadapi makin banyaknya pesaing. "Sebelumnya pesaing kami antara lain Thailand, Malaysia dan Singapura. Belakangan sejumlah negara seperti Laos, Vietnam dan Birma juga gencar promosi," imbuhnya. (rhm)

Rekomendasi