KRI Bima Suci-945 Diharapkan Bisa Membangun Perdamaian Dunia

Sabtu, 26 Oktober 2019 : 23.01
Denpasar - Kapal Republik Indonesia (KRI) Bima Suci - 945 diharapkan sebagai salah satu kapal latih TNI Angkatan Laut (TNI AL) membangun perdamaian dunia.

Hal itu, disampaikan Wakil Gubernur Akademi Angkatan Laut (AAL) Brigjen TNI (Mar) Endi Supardi, saat Cocktail Party dengan pagelaran seni Budaya Nusantara di atas KRI Bima Suci sebelum bertolak ke Australia di Denpasar, Jumat (25/10/2019).

Dia mengharapkan. kehadiran KRI Bima Suci dapat menjalin hubungan dan memperkuat komunikasi antarnegara. Hal itu disampaikan ketika Cocktail Party dengan pagelaran seni Budaya Nusantara di atas KRI Bima Suci sebelum bertolak ke Australia di Denpasar, Jumat (25/10/2019).

Pada kesempatan itu hadir Letjen (Pur) Safjen Nurdin, Laksda (Pur) Ary Atmaja, Danlanal Denpasar-Bali, Kolonel Laut (P) Henricus beserta tamu undangan lainnya dari Pejabat TNI/Polri dan Forkominda Kota Denpasar dan Provinsi Bali dan Perwakilan Perwira dari Australia, serta Konsulat Jenderal Australia.

Menurutnya, kegiatan itu dalam kiprahnya saat ini KRI Bima Suci - 945 sedang melaksanakan pelayaran muhibah antar negara dan membawa Satuan Latih (Satlat) Kartika Jala Krida Taruna dan Taruni AAL angkatan ke - 66 tahun 2019 yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Pelayaran Diplomasi Duta Bangsa selama 99 hari.

Di bawah kepemimpinan Palaklat KJK 2019, Letkol Laut (P) Afrilian Sukarno Timur, M.Tr. Hanla, M.M. dan Komandan Satgas Pelayaran Diplomasi Duta Bangsa, Letkol Laut (P) Waluyo, S.H., M.Tr.Hanla, KRI Bima Suci - 945 berlayar mengunjungi beberapa negara sahabat seperti Filiphina, Jepang, Korea, Thiongkok, Brunei Darussalam, Malaysia, Thailand, Miyanmar dan Pelabuhan Batam Indonesia.

Rencananya setelah dari Bali, KRI Bima Suci - 945 berlayar menuju Australia dan kembali ke Surabaya.

Mendapatkan apresiasi khusus dari masyarakat di Jepang karena pada mengkumandangkan lagu kebangsaan Indonesia Raya, bendera Jepang dan Korea berkibar berdampingan.

Peristiwa itu membawa dampak yang besar dalam memulihkan hubungan kedua negara tersebut. Bahkan masyarakat Indonesia yang memiliki istri atau suami orang Jepang mengaku berbahagia setelah kedatangan KRI Bima Suci dan para Taruna Taruni AAL.

Ungakapan itu disampaikan secara langsung maupun melalui group-group komunikasi dan media sosial. Begitu juga dengan kehadiran lima Perwira Tentara Laut Australia dapat memperbaiki hubungannya dengan Indonesia yang sempat bersitegang.

Selain itu, KRI Bima Suci juga menampilkan kebudayaan nusantara yang mengukir nama bangsa Indonesia di mata dunia. Dengan menampilkan musik, tarian tradisional masing-masing daerah termasuk kecak dengan cerita inti Ramayana.

Untuk itu, kapal tersebut menjadi kebanggaan bangsa Indonesia khususnya TNI Angkatan Laut.

Oleh karana TNI AL sebagai salah satu cabang angkatan perang dan merupakan bagian dari TNI yang bertanggung jawab atas operasi pertahanan RI, di laut mempunyai beberapa armada kapal perang yang berfungsi dalam menjaga wilayah perairan yurisdiksi nasional dari segala macam bentuk ancaman, gangguan dan hambatan.

Perkembangannya untuk mengawaki sebuah kapal perang diperlukan personel TNI AL yang tangguh dan profesional serta dapat mengoperasikan semua peralatan tempur yang ada di atas kapal.

Dalam menjaga kedaulatan negara di laut diperlukan sosok seorang pemimpin TNI AL lahir dari para Taruna Taruni AAL yang mampu menghadapi tuntutan tugas pada masa yang akan datang.

Untuk itu, putra-putri Bali atau didaerah lainnya nantinya lebih banyak bergabung dengan AAL maupun prajurit TNI AL. (riz)
Bagikan Artikel

Rekomendasi