menu
search

KKP Dukung Bogor Menjadi Pusat Ikan Hias Terbesar se-Nusantara

Selasa, 29 Oktober 2019 : 17.04
Kontes Ikan Hias Louhan di Ruang Pameran Raiser Ikan Hias Bogor, Jabar/huma kkp
Jakarta - Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendukung keinginan Kabupaten Bogor, Jawa Barat menjadi pusat ikan hias terbesar se-Indonesia.

Direktur Jenderal PDSPKP Agus Suherman. menyampaikan itu pada puncak acara Bursa dan Kontes Ikan Hias Louhan, di Ruang Pameran Raiser Ikan Hias, Bogor, Jawa Barat (27/10/2019).

“Kegiatan serupa untuk jenis ikan hias lainnya juga diharapkan dapat dilaksanakan setiap bulannya, sehingga cita cita Kabupaten Bogor menjadi pusat ikan hias terbesar se-Indonesia dapat terwujud,” tutur Agus.

Pihaknya berharap, komunitas-komunitas ikan hias yang ada terus meningkatkan semangatnya dalam pengembangan dan memajukan pasar ikan hias Indonesia. Kegiatan selama tiga 24- 27 Oktober 2019 diselenggarakan Direktorat Jenderal PDSPKP dengan Djoak Flowerhorn United Indonesia- Depok Bogor Sukabumi (DUFI-DBS).

Kontes ikan ini menampilkan 278 ikan louhan untuk memperebutkan piala Grand Champion Direktur Jenderal PDSPKP. Guna memberikan edukasi meningkatkan kecintaan terhadap ikan hias di kalangan anak muda, pelajar dan pramuka turut menghadiri kegiatan tersebut.

Hadir dalam puncak acara Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Laksana Tri Handoko, Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Bogor Siti Farikha, para pejabat lingkup Direktorat Jenderal PDSPKP, dan komunitas ikan hias lainnya.

Kepala LIPI Laksana Tri Handoko, menyambut baik dan mendukung segala bentuk kegiatan KKP khususnya untuk kegiatan yang ada di Raiser Ikan Hias Cibinong. “Ke depannya, rencana LIPI akan membangun sebuah pusat riset hayati yang terintegrasi di kawasan Cibinong dan bisa dikolaborasikan," jelas Laksana.

Pusat riset hayati yang akan dibangun jauh lebih luas daripada Puspitek Serpong, di mana di dalamnya terdapat edukasi organisme lengkap dengan segala specimen hayati yang dapat dipelajari dan dilihat langsung masyarakat.

Sementara, Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Bogor, Siti Farikha menyampaikan, kegiatan ini selaras dengan rencana Kabupaten Bogor yang ingin menjadikan trademark sebagai daerah Pusat Ikan Hias.

Dalam puncak acara Bursa dan Kontes Ikan Hias Louha, Direktur Jenderal PDSPKP Agus Suherman menyerakan Piala Grand Champion kepada ikan louhan milik Alenk Lim (Tank 222) dan Piala Best Player kepada Saudara Nunu yang memiliki nilai tertinggi dan ikan terbanyak.

Sementara, Young Champion diberikan kepada Yudha RSC (Tank 125), piala Baby Champion kepada Alenk Lim (tank 222), serta Piala Little Champion kepada Pedro (tank 042).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Balai Besar Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (BBP2HP) Wahidin, menjelaskan penentuan pemenangan dilakukan dengan melakukan penilaian atas keindahan ikan louhan yang dilihat dari ukuran kepala, wajah, bentuk tubuh, tanda garis di tengah tubuh (marking), banyak tidak bintik-bintik mutiara di tubuh (pearl), kecerahan warna, hingga sirip perut dan ekor (finnage).

“Semua kriteria penilaian akan mempengaruhi overall impression untuk menentukan sang juara," ungkap Wahidin.

Terkait dengan eskpor ikan hias, BPS mencatat total nilai ekspor ikan hias Indonesia pada tahun 2018 sebesar USD 32,2 juta, meningkat dibanding tahun 2017 sebesar USD 27,6 juta. Adapun negara pengimpor ikan hias terbesar dari Indonesia berturut turut adalah China, USA, Jepang, Singapura, dan Inggris. (rhm)

Rekomendasi

Berita Terbaru

Lihat Semua