Ketua Tim Wasev Mabes TNI Ingatkan Kualitas Proyek TMMD Harus Terjaga

Rabu, 16 Oktober 2019 : 21.18
Tim Wasev Mabes TNI AD saat melakukan peninjauan pembangunan jembatan penghubung Desa Gubug dan Desa Bongan di lokasi TMMD ke 106 Tabanan, Bali
TABANAN - Tim Wasev (Pengawasan dan Evaluasi) Mabes TNI AD melakukan kunjungan kerja melihat secara langsung pelaksanaan program TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa) ke 106 di Wilayah Kodim 1619/Tabanan di Desa Gubug, Tabanan, Bali, Rabu (16/10/2019).

Tim Wasev terdiri dari Irjenad (InspekturJenderal Angkatan Darat) Mayjen TNI Suko Pranoto beserta staf Letkol Arh Sukma Yudha yang didampingi oleh Kasdam IX/Udayana Brigjen TNI Kasuri, Danrem 163/WSA Kolonel Arh Albertus Magnus Suharyadi, dan Aster Kasdam IX/Udayana Kolonel Inf Jemz Andre Ratu Edo.

Mereka diterima Irdam IX/Udayana Kolonel Kav Taufiq Budi Santoso, Sekda Tabanan I Gede Susila, Danrindam IX/Udayana Kolonel Inf Esy Suharto, Kapendam IX/Udayana Kolonel Kav Joni G Hariyanto, Dandim 1619/Tabanan Letkol Inf Toni Sri Hartanto serta para Kepala Dinas terkait di lingkungan Pemkab Tabanan, Camat Tabanan I Putu Arya Suta, PJ Perbekel Desa Gubug PJ Perbekel Deda Bongan, Bendesa Adat Bedha, Bendesa Adat Bongan Puseh dan Bendesa Adat Kota di aula Kantor Desa Gubug yang dijadikan Posko TMMD ke 106 Tabanan.

Dansatgas TMMD ke 106 tahun 2019 yang juga Dandim 1619/Tabanan Letkol Inf Toni Sri Hartanto pada kesempatan tersebut melaporkan, bahwa tujuan dari TMMD di Kabupaten Tabanan kali ini untuk mempercepat pertumbuhan pembangunan di daerah yang mana Kabupaten Tabanan merupakan lumbung padinya Bali yang harus dijaga dan dikembangkan.

Dilaporkan juga, kegiatan dari TMMD ke 106 di Tabanan ini sasaran pokoknya adalah pembuatan jembatan sepanjang 17 meter, lebar 5,5 meter dan tinggi 5 meter yang menghubungkan Desa Gubug dengan Desa Bongan.

"Pembangunan jembatan penghubung dua desa yang dananya dari APBD Tabanan ini diharapkan dapat membantu masyarakat Desa Gubug dan Desa Bongan untuk memperlancar jalur perekonomian di bidang pertanian pada umumnya serta transportasi warga," katanya.

Selain sasaran pokok tersebut, Dandim Toni juga melaporkan sasaran Proyek TMMD lainnya yakni melakukan betonisasi jalan sepanjang 65 meter dan lebar 3 meter serta tebal 12 CM dan pembuatan senderan dengan panjang 65 meter dan tinggi 7 meter serta sasaran tambahan berupa bedah rumah sebanyak dua unit.

Menanggapai laporan tersebut, Ketua Tim Wasnev Mayjen Suko Pranoto menyatakan apresiasinya dan berharap TMMD ke 106 di Kabupaten Tabanan bisa berjalan sesuai rencana. Di seluruh Indonesia TMMD dilaksanakan di 40 titik atau kabupaten.

"TMMD di daerah lainnya biasanya dilaksanakan di daerah perbatasan, daerah terpencil dan daerah tertinggal. Namun di Kabupaten Tabanan ini TMMD dilaksanakan bukan di perbatasan tapi di perkotaan. Tidak mengapa, mungkin hal itu karena ada pertimbangan khusus dari Pemkab Tabanan yang ikut membiayai program TMMD," katanya.

Pada kesempatan tersebut Mayjen Suko Pranoto juga mengungkapkan maksud dan tujuan kedatangannya di lokasi TMMD di Tabanan semata-mata untuk melakukan pengawasan dan evaluasi terkait pelaksanaan TMMD.

"Tadi sambutannya luar biasa sampai mengerahkan anak-anak SD. Saya mengucapkan terima kasih. Sebenarnya sambutan seperti itu tidak perlu," katanya mengingatkan.

Menurut Mayjen Suko Pranoto, berdasarkan laporan Dandim 1619/Tabanan pelaksanaan TMMD di Kabupaten Tabanan sudah terencana. Dimulai dengan pra TMMD masa TMMD dan penutupan yang nanti akan dilaksankan tanggal 31 Oktober 2019.

"Pelaksanaan TMMD di Tabanan sudah sesuai dengan rencana," katanya. Ditegaskanya TMMD ini menggunakan anggaran negera yang pengerjaanya dilakukan secara gotong royong oleh TNI, Polisi dan masyarakat.

“Kita sama sama gotong royong kompak membangun bersama, sehingga target lebih cepat selesai. Meski demikian jangan sampai mengurangi kualitas proyek yang dikerjakan. Kualitas harus tetap terjaga,”tandasnya.

Mayjen Suko Pranoto juga mengingatkan agar personil TNI yang diterjunkan dalam kegiatan TMMD ini harus membaur dengan masyarakat dan selama pelaksanaan TMMD tinggal di rumah penduduk.

"Makan dan tidur di rumah penduduk. Biaya makannya selama pelaksanaan TMMD dikasihkan kepada tuan rumah untuk mengaturnya. Apa ini sudah dilaksanakan? nanti saya akan tanyakan ke penduduk yang rumahnya ditempati personil TNI," katanya.

Usai menerima laporan dan memberikan pengarahan, Irjenad Suko Pranoto didampingi Dandim Toni dibonceng sepeda motor anggota TNI Kodim 1619/Tabanan meninjau lokasi jembatan penghubung Desa Gubug dan Desa Bongan yang dibangun dalam Program TMMD ke 106 di Kabupaten Tabanan.

Usai melakukan peninjauan jembatan, Tim Wasnev meninjau sasaran tambahan berupa bedah rumah di Banjar Bedha Desa Bongan dan diakhiri dengan melaksankan tatap muka dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat dan warga masyarakat Desa Gubug dan Desa Bongan di Wantilan Desa Adat Bedha. (gus)
Bagikan Artikel

Rekomendasi