menu
search

Inovasi Berbasis Digitalisasi Permudah Akses Penyandang Disabilitas di Denpasar

Jumat, 04 Oktober 2019 : 08.44
Wali Kota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra memaparkan inovasi berbasis digitalisasi yang mempermudah akses peyandang disbailitas di pertemuan tingkat tinggi Wali Kota Inklusif Indonesia di Banjarmasin
Banjarmasin - Program pembangunan Pemkot Denpasar yang memberikan perhatian serius bagi penyandang disabilitas diapresiasi beragam kalangan. Bahkan, Denpasar menjadi satu dari 16 Kota Inklusif Indonesia yang dicanangkan UNESCO pada tahun 2016 silam.

Hal tersebut tak lepas dari komitmen besar Walikota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra dan Wakil Walikota, IGN Jaya Negara. Dimana beragam inovasi dan program difokuskan untuk mendukung serta memberdayakan penyandang disabilitas.

Rai Mantra didaulat menjadi pembicara pada Pertemuan Tingkat Tinggi Walikota Inklusif Indonesia yang digagas oleh UNESCO serta Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) di Kota Banjarmasin, Kamis (3/10/2019).

Materi berjudul 'Penerapan Teknologi Informasi Dalam Mendukung Penyandang Disabilitas' disampaikan Rai Mantra yang tampil bersama tiga narasumber lainya. Yakni Perwakilan Kota Banda Aceh, Wakil Walikota Bandung dan Walikota Salatiga.

Dia menekankan, berbagai inovasi gencar dilaksanakan guna mewujudkan kota inklusif. Beberapa diantaranya yakni Rumah Berdaya, Pusat Pelayanan Disabilitas, penerapan gedung dan bangunan ramah disabilitas dan masih banyak lainya.

Hingga saat ini setelah dinobatkan sebagai kota inklusi tahun 2016 Kota Denpasar terus berinovasi guna memberikan pelayanan maksimal berbasis kesetaraan bagi penyandang disabilitas.

Hal ini dilakukan dengan membentuk ekosistem terintegrasi melalui Difa Link (Disabilitas Portal). Dimana dalam program tersebut berbagai cakupan telah diatur dan terintegrasi.

Mulai dari Skill, Beasiswa, Donasi, Lokasi Wisata, Kegiatan, dan Bursa Kerja. Saat ini di Kota Denpasar penyandang disabilitas telah memiliki kesetaraan dan diberdayakan sehingga tidak ada lagi yang namanya pasung.

"Mereka memiliki kesetaraan dengan peluang yang sama, salah satunya di dunia pendidikan, olahraga dan dunia kerja, jadi tidak ada diskriminasi, bahkan mereka bebas berkreativitas," urainya.

Adanya Disabilitas Portal ini seluruh penyandang disabilitas bersama stake holder dapat berkomunikasi guna meningkatkan quality of life.

Pihaknya berharap kedepanya disabilitas dapat terus berkreatifitas dan menghasilkan karya kreatif dan mampu bersaing di dunia kerja sebagai implementasi Denpasar Kota Inklusif.

"Serta penanganan disabilitas merupakan kerjasama lintas OPD secara holistik yang mampu menghasilkan rumusan inovasi yang terintegrasi," imbuhnya. (riz)

Rekomendasi

Berita Terbaru

Lihat Semua