Hotman Paris Motivasi Mahasiswa Hukum Unmas Berkiprah Hingga Dunia Internasional

Minggu, 13 Oktober 2019 : 21.50
Pengacara Hotman Paris saat bertemu mahasiswa FH Unmas Denpasar
Denpasar - Seminar Nasional digelar Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum Universitas Mahasaraswati (UNMAS) Denpasar menghadirkan pengacara kondang Dr. Hotman Paris Hutapea.

Kegiatan dibuka Wali Kota Denpasar, I.B Rai Dharmawijaya Mantra didampingi Rektor UNMAS, DI Made Sukamerta, dan Dekan Fakultas Hukum UNMAS Denpasar, I Nengah Surama,di Ina Grand Bali Beach Sanur, Sabtu 12 Oktober 2019.

Seminar sebagai kegiatan diluar kampus yang mampu memberikan peningkatan wawasan kepada mahasiswa terlebih menghadirkan pembicara yang berkompeten dibidangnya seperti Dr. Hotman Paris Hutapea.

Dalam kesempatan itu, Hotman mengatakan, nantinya dapat memberikan motivasi kepada mahasiswa Hukum UNMAS Denpasar.

"Bagaimana motivasinya nanti mampu mahasiswa tidak saja berkutat pada peluang sebagai pegawai negeri, namun bagaimana dunia lawyer itu sendiri yang mampu digali untuk meningkat kemampuan diri," tegasnya.

Hotman meminta mahasiswa nantinya mampu melihat peluang tidak saja di daerah, namun mampu melihat pelung di luar daerah seperti di dunia internasional.

Wali Kota Rai Mantra menegaskan, sama seperti harapan Rektor UNMAS Denpasar bahwa mahasiswa tidak saja mengejar nilai IPK, namun mampu meningkatkan komunikasi sosial.

"Karena 33 persen pendidikan terdapat disekolah maupun di kampus, 33 persen di rumah dan lingkunagn yang juga dapat ditunjang dengan pembentukan sosial entrepreneurship dan leadership," ucapnya.

Rai Mantra yang mengutip kata-kata bijak dan motivasi dari tokoh terkenal Sanur yakni Ida Pedanda Made Sidemen “Selampah Laku” yang berkaitan dengan perilaku atau perbuatan manusia

“Selampah laku, mekinkin meyasa lacur” artinya kalau merasa miskin, “tong ngelah karang sawah”, tidak memiliki lahan sawah atau kebun untuk ditanam. “Tandurin karang awak”, pakai badan ini sebagai lahan, tanamilah semua ilmu pengetahuan dalam badan atau diri kita.

“Meguna dusun” berguna lingkungan “ne kanggo di desa” dan berguna bagi desa. Dari kata-kata bijak tersebut Rai Mantra mengharapkan mahasiswa harus mengetahui makna kehidupan.

Mengenyam ilmu pendidikan di kampus tidak ada lain untuk tidak pernah merasa “miskin” karena menanam bibit dalam tubuh di pikiran otak dan hati kita.

“Di samping itu kata-kata bijak yang disampaikan Prof. I.B Mantra bahwa menemukan diri anda sendiri itu adalah sumber kreatifitas. Caranya yakni tanamkan ilmu pengetahuan. Kalau mau sejahtera berlakulah kreatif. Kreatif pasti melalui pendidikan lewat mengenyam pendidikan,” ujar Rai Mantra.

Dalam kesempatan tersebut Rai Mantra juga mengharapkan civitas akademika UNMAS Denpasar untuk terus meningkatkan leadership, sosial entrepreneurship, dan entrepreneurship menjadi satu kesatuan dan tidak dapat dilepaskan satu sama lain.

"Mari kita bangun leadership utk bisa menjadi entrepreneurship sehingga mampu menjadi sosial entrepreneurship," ajaknya. (riz)

Rekomendasi