menu
search

Gubernur Bali Persilakan Mahasiswa Kritik Kepemimpinannya

Rabu, 02 Oktober 2019 : 23.04
Gubernur Bali I Wayan Koster
Denpasar - Gubernur Bali Wayan Koster mempersilakan mahasiswa mengkritik kepemimpinannya secara konstruktif dengan cara menjaga sopan santun. Untuk itu, Koster mengajak kalangan akademisi, terutama mahasiswa untuk tetap dalam koridor hukum dalam menyampaikan aspirasi menyikapi dinamika politik di dalam negeri.

Ajakan itu disampaikan Koster dalam Simakrama dengan Rektor, Akademisi dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) di Rumah Jabatan Gubernur, Jayasabha Denpasar pada Rabu (2/10/2019) malam.

Dia mengapresiasi dan sangat menghormati pergerakan mahasiswa yang penuh semangat dan dinamis. Bahkan, dia senang dengan adanya gerakan mahasiswa dalam menyuarakan aspirasinya. Namun saya harap perhatikan juga sopan santun, tata tertib saat berdemokrasi.

"Demokrasi dalam konteks Bali, saya kira harus lebih cair, terlebih tiap generasi punya tantangannya masing-masing. Saya pribadi sangat terbuka terhadap kritik, tentunya yang konstruktif. Kalau ada kebijakan yang kurang pas, silahkan mahasiswa kritik," ucapnya.

Pria kelahiran Desa Sembiran, Kabupaten Buleleng ini mengingatkan kondisi keamanan Bali yang sangat berpengaruh terhadap industri pariwisata di Pulau Dewata.

"Sebagai destinasi wisata dunia, 68 persen pendapatan masyarakat Bali berasal dari pariwisata. Ada 49 persen yang bersentuhan langsung dengan wisatawan.

Besarnya ketergantungan Bali pada wisatawan, maka sedikit saja terjadi isu keamanan, ekonomi akan 'goyang' dan semua sektor akan terpengaruh," urainya. Koster mengajak para mahasiswa melihat Bali tak hanya dalam skala lokal tapi juga nasional hingga global.

"Dalam skala nasional, kita ini adalah bagian dari tatanan rumah besar bernama NKRI. Dengan ideologi yang sudah final, Pancasila. Ini harus kita pertahankan sekuatnya, dari ancaman ideologi lain. Agar kita tetap eksis, masyarakatnya, budayanya dan tradisinya," ajak Ketua DPD PDI Perjuangan Bali ini.

Untuk makin memperkuat peran perguruan tinggi di Bali, Gubernur Koster mengaku akan segera melaksanakan sinergitas penelitian kalangan akademisi dengan program pemerintah daerah.

Koordinator Kopertis Wilayah VIII Bali – Nusra dan Ketua Forum Rektor PT Bali Prof Dasi Astawa mengucapkan terimakasih atas forum simakrma yang digelar Gubernur Koster.

"Beberapa Gubernur sebelumnya, jarang sekali ada forum seperti ini. Semoga bisa mempererat hubungan pemerintah dan kalangan perguruan tinggi, dan kami siap untuk mendukung visi Bapak Gubernur, Namgun Sat Kerthi Loka Bali," tegasnya.

Presiden BEM Universitas Udayana Javents Lumbantobing memastikan gerakan mahasiswa dalam aksi 'Bali Tidak Diam' akan tetap dalam koridor menjaga kedamaian pulau Dewata.

"Kami pastikan, kami mahasiswa tetap cinta NKRI dan Pancasila sebagai ideologi. Meskipun saat ini kami memandang perlu untuk turun ke jalan, menanggapi masalah RUU KUHP, Kebakaran hutan hingga kisruh di Papua," ungkapnya. (rhm)

Rekomendasi

Berita Terbaru

Lihat Semua