Gandeng Kantor Pos, Disdukcapil Tabanan Luncurkan Layanan Delivery Service dan TTE

Jumat, 18 Oktober 2019 : 07.12
Asisten II Setda Tabanan I Made Agus Hartawiguna mewakili Bupati Tabanan saat melaunching layanan terbaru Disdukcapil Tabanan
TABANAN - Guna meningkatkan pelayanan dan memudahkan masyarakat mengurus administrasi kependudukan, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Tabanan menggandeng Kantor Pos meluncurkan layanan Delivery Service dan Tanda Tangan Elektronik (TTE).

Dengan adanya layanan ini segala pelayanan administrasi kependudukan bisa diantar sampai ke rumah masing-masing warga masyarakat yang mengurusnya.

Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti diwakili Asisten III Setda Tabanan I Made Agus Hartawiguna melaunching layanan terbaru Disdukcapil Tabanan tersebut di Restoran Soka Indah, Desa Antap, Kecamatan Selemadeg, Tabanan, Bali, Kamis (17/10/2019).

Bupati Tabanan dalam sambutannya yang dibacakan Asisten III Setda Tabanan Agus Hartawiguna memberikan apresiasi dan dukungannya terhadap layanan baru yang diluncurkan Disdukcapil Tabanan ini.

"Atsa nama pribadi dan Pemkab Tabanan, saya memberikan apresiasi dan berharap layanan yang diberikan Disdukcapil ini ke depannya semakin meningkat," katanya.

Menurut Bupati Tabanan, dari hari ke hari tuntutan masyarakat terhadap layanan yang diberikan pemerintah semakin meningkat. Untuk bisa memberikan layanan prima dan terbaik bagi masyarakat, masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) juga harus meningkatkan layananannya.

Demikian juga Aparat Sipil Negara (ASN) juga harus selalau meningkatkan wawasan dan pengetahuannya sehingga bisa memberikan layanan terbaik.

"Selain Disdukcapil, saya berharap masing-masing OPD di Kabupaten Tabanan juga harus memiliki terobosan dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat," tegasnya.

Sebelumnya, Kepala Disdukcapil Kabupaten Tabanan I Gusti Agung Dwipayana dalam laporannya menjelaskan Delivery Service bekerjasama dengan PT Pos Kabupaten Tabanan ini tujuannya memberikan kemudahan pelayanan kepada masyarakat.

Dimana segala pelayanan dokumen kependudukan yang sudah selesai diurus akan diantar lewat pos sehingga masyarakat tinggal menunggu di rumah. "Masyarakat tidak perlu lagi repot-repot mengambil ke Disdukcapil," ungkapnya.

Dikatakan pelayanan ini lebih cepat dan efisien. Karena pihak pos yang mengirimkan dokumen kependudukan akan menyasar sampai ke pelosok desa. Bahkan jika ada warga Tabanan yang tinggal di luar daerah sepanjang alamatnya itu benar akan dikirim.

"Jadi layanan ini sama seperti mengirim surat yang dilakukan oleh pihak pos," tambahnya. Menurut Dwipayana, terkait biaya jasa pengirimin dokumen kependudukan tersebut masih dalam tahap pembicaraan dengan Pemda.

Untuk sekarang masyarakat yang memanfaatkan layanan Delivery Service membayar Rp 11.000 kepada pihak pos. Bukan membayar ke Disdukcapil karena ada kwintansinya. "Tetapi mengenai ini ada rencana dibayar lewat APBD sehingga pengantaran dokumen gratis," katanya.

Ditambahkan layanan baru ini sebelumnya telah dilakukan uji coba kepada masyarakat. Selama uji coba berjalan dengan lancar dan banyak dimanfaatkan oleh masyarakat.

"Kami melakukan uji coba layanan ini sudah dua bulan. Berdasarkan hasil analisa dan evaluasi ternyata hasilnya bagus dan lancar sehingga kami memutuskan untuk melaunching layanan ini," imbuhnya.

Sedangkan mengenai penerapan TTE inantinya administrasi masyarakat Tabanan yang harus berisi tanda tangan kepala dinas, tidak lagi menggunakan tanda tangan basah, karena akan menggunakan tanda tangan elektronik dalam bentuk barcode.

"Tanda tangan eletronik ini berbentuk barcode tidak lagi isi tanda tangan basah maupun cap," tegasnya.

Dijelaskan, teknis layanan ini ketika ada permohonan administrasi masuk terlebih dahulu dicek kebenaran sesuai dengan undang-undang oleh staf yang ditugaskan. Ketika sudah benar data itu dikirim lewat aplikasi TTE.

Aplikasi TTE bisa dibuka lewat komputer, Hp android dan tidak harus di kantor. Kemudian dia selaku kepala dinas akan membuka permohonan masuk lalu memasukkan password rahasia.

"Setelah itu saya contreng permohonan masyarakat maka permohonan sudah langsung bisa dicetak meskipun saya nanti tidak ada di kantor," jelasnya.

Menurut Dwilayana, dengan penerapan layanan ini akan mempermudah dalam melayani masyarakat. Tidak lagi masyarakat menunggu kepala dinas saat memerlukan tanda tangan layanan administrasi karena pihaknya bisa bekerja di manapun.

"Mau sedang ada diluar kota, di luar negeri, tidak di kantor masih bisa lakukan tanda tangan sehingga masyarakat tidak perlu menunggu lama," katanya.

Disebutkan, untuk di Tabanan sendiri penerapan layanan TTE baru akan diuji coba untuk layanan akta kelahiran dan Kartu Keluarga, karena Kartu Keluarga dan Akta kelahiran tidak lagi berisi tanda tangan basah, namun berisi tanda tangan elektronik atau berbentuk barcode.

Semoga ke depan setiap layanan administrasi akan diterpakan TTE. (gus)

Rekomendasi