Denda Rp 32,73 M Belum Dibayar Puluhan Pengusaha di KPPU Surabaya

Jumat, 04 Oktober 2019 : 00.00
Komisioner KPPU M Afif Hsbullah memberikan keterangan pers/ist
Surabaya - Komisioner KPPU, M. Afif Hasbullah mengumumkan para pelaku usaha yang belum kooperatif untuk melaksanakan Putusan KPPU yakni membayarkan denda yang harus disetor ke kas negara.

Langkah itu didambil, dalam Rangka meningkatkan kesadaran pelaku usaha untuk melaksanakan putusan KPPU di Wilayah Kerja Kantor Wilayah IV KPPU Surabaya.

"Secara Nasional dapat diinformasikan bahwa Putusan yang sudah berstatus berkekuatan hukum tetap (Inkracht) sebanyak 141 Putusan dengan 542 terlapor," sebut Afif dalam keterangannya baru-baru ini.

Adapun Putusan yang belum dilaksanakan sebanyak 86 Putusan dengan jumlah terlapor sebanyak 296 Terlapor. Dari keseluruhan putusan yang belum dilaksanakan pelaku usaha ini, nilai denda yang belum disetor ke kas negara besarrnya mencapai Rp 333,37 Miliar.

Untuk Wilayah kerja Kanwil IV KPPU terdapat 9 Putusan dengan 22 Terlapor yang belum melaksanakan Putusan KPPU. Untuk nilai denda untuk 9 Putusan yang belum dilaksanakan Pelaku usaha ini adalah sebesar Rp 32,73 M.

KPPU sudah melakukan upaya persuasif kepada pelaku usaha, namun apabila mereka masih tidak kooperatif, maka KPPU dapat mengambil langkah hukum dengan menyerahkan ke Penyidik Kepolisian Republik Indonesia.

"Karena putusan KPPU yang inkracht dapat dijadikan alat bukti permulaan,” jelas Afif.

Sebagai informasi saat ini KPPU sudah mempunyai MoU dengan Kepolisian Republik Indonesia dan menjajaki peran Kejaksaan sebagai Pengacara Negara untuk membantu KPPU dalam penegakan hukum persaingan usaha.

Pelaku usaha yang belum melaksanakan putusan Wilayah IV KPPU Surabaya yakni, CV Pradhana Teknik, CV Lotus, PT Prima Persada Nusantara, PT Mulya Agung Dirgantara, CV Agro Nusa Permai, CV Mulia Agro Lestari, PT Berkah Surya Abadi Perkasa, PT Swadarma Perkasa, PT Prima Abadi System, PT Mulyo Mukti, PT Gugah Perkasa Ripta, PT Mulya Abadi Utama, PT Indo Power Makmur Sejahtera, PT Mega Indah Abadi, PT Astria Galang Pradana, PT Tri Tunggal Abadi, PT Samudrajaya Niaga Perkasa, PT Antar Mitra Sejati, CV Mitra Terang Abadi, CV Kharisma Permai, CV Cemara Abadi dan CV Putra Kencana Perkasa. (rhm)

Rekomendasi