Cegah Demam Babi Afrika, Bali Perketat Pemeriksaan Bawaan Penumpang Pesawat

Jumat, 04 Oktober 2019 : 14.54
Kepala Balai Karantina Pertanian Kls I Denpasar drh. I Putu Terunanegara
Denpasar - Petugas memperketat pemeriksaan barang bawaan penumpang pesawat di Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, yang berpotensi membawa wabah demam babi Afrika atau dikenal ASF.

Diketahui, Bandara International I Gusti Ngurah Rai memiliki tingkat lalulintas yang sangat tinggi sebagai bandara yang menerima kedatangan wisatawan dengan tujuan transit ataupun tujuan akhir dari para wisatawan manca negara.

Kondisi tersebut bisa menjadi ancaman besar bagi Bali setelah merebaknya wabah ASF di sejumlah negara. Penyakit ASF sudah mewabah di negara Eropa seperti Hungaria, Bulgaria, Latvia, Moldova, Polandia, Romania, Ukraina dan Rusia.

Untuk di Asia negara terjangkit ASF adalah Laos, Korea, Hongkong, Kamboja, Vietnam, Filipina, Taiwan dan termasuk Timor Leste. African Swine Fever (ASF) atau Demam Babi Afrika terbawa melalui babi dan produk olahannya.

Meskipun sudah melalui proses pengolahan, virus penyebab ASF ini masih bisa bertahan dan menjadi media yang berpotensi menyebarkan penyakit.

Khusus untuk produk olahan babi tidak dipungkiri memang ada beberapa wisatawan terpantau selama ini membawa untuk keperluan konsumsi selama liburan di Bali.

Kepala Balai Karantina Pertanian Kls I Denpasar drh. I Putu Terunanegara, mengatakan dalam mengantisipasi masuknya wabah ASF, segala upaya akan dilakukan untuk mempertahankan Bali tetap bebas dari ASF.

“Ini tanggung jawab kita bersama, kerja sama seluruh pemangku kepentingan baik di Bandara maupun pemerintah daerah yang membidangi fungsi kesehatan hewan adalah kunci utama pencegahan ASF,” tutur Terunanegara diruangannya, Jumat (4/10/2019).

Kerja sama ini sudah dilaksanakan dengan stakeholder di Bandara International I Gst Ngurah Rai seperti Otoritas Bandara, PT. Angkasa Pura I, Bea Dan Cukai serta seluruh maskapai penerbangan yang melayani penerbangan dari negara tertular.

Salah satu langkah cepat sebagai upaya pencegahan adalah dengan memperketat dan memeriksa bawaan penumpang yang berpotensi membawa wabah ini ucapnya menambahkan.

Guna pencegahan juga dilakukan dengan melaksanakan Focus Group Discusion (FGD) dan sosialisasi melalui pemasangan banner di tempat-tempat strategis yang menjadi peluang tempat masuknya penyakit ASF.

Untuk wisatawan yang sudah terlanjur membawa tentengan berupa produk olahan babi, Karantina Pertanian Denpasar juga mengantisipasi dengan menyiapkan Quarantine Bin sebagai sarana penampungan produk yang nantinya dilanjutkan dengan pemusnahan.

Analisa risiko juga dilakukan oleh petugas karantina terhadap kemungkinan masuknya ASF ke Bali dengan pengambilan sampel sampah sisa makanan di pesawat. (rhm)

Rekomendasi