menu
search

BSN Tetapkan 432 SNI Ketenagalistrikan Demi Daya Saing Industri

Selasa, 29 Oktober 2019 : 05.49
Jakarta - Badan Standardisasi Nasional (BSN) sampai dengan saat ini telah menetapkan 432 Standar Nasional Indonesia (SNI) terkait ketenagalistrikan.

Diantara SNI tersebut, SNI IEC 60335-2-3:2009 Piranti listrik rumah tangga dan sejenis - Keselamatan - Bagian 2-3: Persyaratan khusus untuk setrika listrik; SNI IEC 60335-2-7:2010 Peranti listrik rumah tangga dan sejenis - Keselamatan - Bagian 2-7: Persyaratan khusus untuk mesin cuci; serta SNI IEC 60884-2-1:2012 Tusuk kontak dan kotak kontak untuk keperluan rumah tangga dan sejenis - Bagian 2-1: Persyaratan khusus untuk tusuk kontak bersekering.

Sementara SNI di bidang ketenagalistrikan yang telah diwajibkan berjumlah 14 SNI.

Guna mendukung SNI ketenagalistrikan tersebut, serta dengan telah diterbitkannya Peraturan Presiden No. 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) untuk Transportasi Jalan pada bulan Agustus lalu

BSN juga telah menetapkan 21 SNI terkait kendaraan listrik demi mendukung pengembangan kendaraan ramah lingkungan di Indonesia. Saat ini, penerapan ke-21 SNI tersebut bersifat sukarela.

Plt. Kepala Biro Hubungan Masyarakat, Kerja Sama, dan Layanan Informasi BSN, Iryana Margahayu pada Minggu (27/10/2019) di Jakarta, mengatakan, dengan ditetapkannya SNI bidang ketenagalistrikan ini, diharapkan konsumen dapat terlindungi dan daya saing produk ketenagalistrikan Indonesia semakin meningkat.

Diharapkan hal itu, bisa ikut mampu memberi sumbangsih pada kelestarian alam dan bumi kita tercinta ini.

“PLN secara aktif terus mengkampanyekan upaya strategis dalam mewujudkan Green Ecosystem. Antara lain secara aktif mempromosikan penggunaan kompor induksi serta motor listrik untuk menekan emisi karbon.

Didukung dengan pembangunan Stasiun Penyedia Listrik Umum (SPLU) yang diinstall di beberapa tempat sebagai infrastruktur sarana untuk charging Motor dan Mobil listrik/ alat alat listrik lain di tempat umum dengan akses mudah,” papar Donny.

Sebagaimana diketahui, jumlah SPLU di Jawa Tengah dan DIY berjumlah 213, khusus diwilayah kerja PLN semarang sendiri, jumlah SPLU tersebar di 14 titk. Rencananya keberadaan SPLU akan ditempatkan di taman-taman kota.

“Kebutuhan charging untuk kendaraan listrik akan kita siapkan. Semoga masyarakat sadar akan energi ramah lingkungan dan mari semarakkan penggunaan kendaraan listrik yang aman, efisien dan murah,” imbuhnya.

Iryana atau yang biasa disapa Irna meyakini perusahaan/industri yang sadar akan pentingnya penerapan SNI semakin meningkat dan dapat menjadi role model bagi industri lainnya. (riz)

Rekomendasi

Berita Terbaru

Lihat Semua