menu
search

BSN Optimis Jawa Tengah Mampu Wujudkan Langit Biru

Senin, 07 Oktober 2019 : 10.25
Semarang - Provinsi Jawa Tengah diyakini akan mampu mewujudkan program Langit Biru sebagai upaya pengendalian dan pencegahan polusi udara. Konvoi Kampanye Kendaraan Listrik dan Sepeda Ber-SNI 2019 menjadi ajang yang efektif untuk mendukung terwujudnya Langit Biru di Jawa Tengah.

“Penyelenggaraan E-Bike Ride ini menjadi sarana promosi dan edukasi tentang Program Langit Biru kepada masyarakat, industri, pemerintah, komunitas dan akademisi,” kata Kepala Badan Standardisasi Nasional (BSN) Bambang Prasetya di sela-sela penyelenggaraan E-Bike Ride 2019 di Wisma Perdamaian, Semarang, Jawa Tengah, Minggu siang (6/10/2019).

Konvoi kampanye kendaraan listrik dan sepeda ber-SNI diikuti lebih dari 700 peserta dari kalangan masyarakat, industri, pemerintah, komunitas dan akademisi, dengan mengendarai motor listrik, sepeda listrik, serta sepeda.

Beberapa perusahaan menjadi pendukung kegiatan ini diantaranya PLN Regional Jateng dan DIY, PT. Juara Bike (Selis), PT. Volta Semesta Indonesia, PT. Siemens Indonesia, dan PT. Pupuk Kaltim.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Tengah M. Arif Sambodo, Kepala Dinas Perindustrian Kota Semarang Muthohar, Rektor UNY Sutrisna Wibawa, serta Kepala BSN Bambang Prasetya turut ambil bagian dalam acara ini.

Rombongan konvoi melalui rute dimulai dari Wisma Perdamaian – Stasiun Poncol – Stasiun Tawang – Jl.dr. Cipto – Jl. Sriwijaya – Jl. Veteran – Jl. Dr. Sutomo – Wisma Perdamaian.

Bambang menjelaskan, program Langit Biru merupakan salah satu upaya mengendalikan dan mencegah pencemaran udara yang dicanangkan oleh Kementerian Negara Lingkungan Hidup pada waktu itu, melalui Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 15 Tahun 1996.

Program Langit Biru juga bertujuan untuk mewujudkan perilaku sadar lingkungan baik dari sumber tidak bergerak (industri) maupun sumber bergerak yaitu kendaraan bermotor. BSN dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tentu harus berkontribusi mendukung program ini.

"Melalui konvoi ini kendaraan listrik dan sepeda ber-SNI, BSN bersama Pemerintah Jateng mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menyukseskan gerakan Langit Biru. Menciptakan awareness dan aksi nyata penggunaan kendaraan ramah lingkungan,” kata Bambang.

BSN optimistis Jawa Tengah bisa mewujudkan Langit Biru. Jawa Tengah merupakan daerah yang berkomitmen tinggi dalam mendukung Program Langit Biru melalui program-program ramah lingkungan dan hemat energi.

Komitmen tersebut dibuktikan dengan diterimanya Penghargaan Efisiensi Energi Nasional dari Menteri ESDM 5 kali berturut-turut sejak tahun 2014. Jateng dinobatkan sebagai sebagai Juara 1 untuk Kategori Penghematan Energi di Lingkungan Pemerintah Daerah.

Selain itu, Kota Semarang juga pernah diganjar peraih nilai tertinggi hasil Evaluasi Kualitas Udara Perkotaan Program Langit Biru Tahun 2016 (Kota Langit Biru terbaik) kategori Kota Metropolitan.

Sebagai Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK) yang diberikan tugas pemerintah untuk membina dan mengkoordinasikan seluruh kegiatan standardisasi dan penilaian kesesuaian di Indonesia, BSN telah menetapkan 21 SNI terkait kendaraan listrik demi mendukung pengembangan kendaraan ramah lingkungan di Indonesia.

"Hingga saat ini, ke-21 SNI tersebut penerapannya masih sukarela," sambungnya.

Beberapa SNI tersebut antara lain SNI 8613:2018 ISO 13063:2012 Moped dan sepeda motor berpenggerak listrik – Spesifikasi keselamatan (ISO 13063:2012, IDT); SNI IEC 62660-1:2017 Sel litium-ion sekunder untuk penggerak kendaraan listrik - Bagian 1 : Pengujian unjuk kerja (IEC 62660-1:2010, IDT); SNI IEC 61851-1: 2017 Sistem pengisian konduktif kendaraan Iistrik - Bagian 1: Persyaratan umum; dan SNI IEC 62196-1:2014 (perlu dicek datanya).

“Hingga saat ini, BSN masih mengembangkan standar-standar lain terkait kendaraan listrik, mulai dari kategori Electric Propulsion component (Motor, Inverter & converter), Sistem Charging, Plug and Sockets dan Antarmuka Komunikasi,” jelas Bambang.

“Adapun terkait sepeda (bukan berbasis listrik), BSN telah menetapkan 22 SNI. Dari jumlah tersebut, yang diwajibkan penerapannya ialah SNI 8224:2016 Persyaratan keselamatan dan metode uji untuk sepeda anak dan SNI 1049:2008 Sepeda - Syarat keselamatan,” tambah Bambang.

Berdasarkan data yang dimiliki BSN (bersumber data aplikasi Si Bang Beni) per September 2019, jumlah industri sepeda di Indonesia ada 28. Dari jumlah tersebut, 4 berada di Jawa Tengah.

BSN meyakini, industri kendaraan listrik dan sepeda ber-SNI akan terus meningkat dan siap memproduksi kendaraan sesuai standar.

“BSN telah menyediakan standar-standar untuk menjamin kualitas mutu produk yang dihasilkan. Selain itu, BSN juga siap menyediakan skema sertifikasi serta mendorong kemampuan lembaga penilaian kesesuaian di Indonesia,” kata Bambang.

Khusus di Jawa Tengah, Bambang pun optimistis daerah ini mampu menggenjot penerapan SNI lebih kuat lagi.

Hal ini didukung dengan komitmen pemimpin daerahnya terhadap pengembangan dan penerapan SNI, yang ditandai dengan penghargaan Tokoh Standardisasi 2018 Kategori Kepala Daerah kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dalam sambutan yang dibacakan oleh Arif Sambodo, menegaskan bahwa Pemerintah Jawa Tengah berkomitmen dalam mengangkat daya saing produk daerah dan masif menggelorakan SNI.

“Pemprov Jateng berharap agar masyarakat bisa lebih peduli dengan kualitas kesehatan udara dan lingkungan dengan beralih menggunakan kendaran yang ramah lingkungan, serta menjadikan kualitas serta mutu produk sebagai referensi utama dalam mengambil keputusan dalam penggunaan produk,” harap Ganjar.

E-Bike Ride 2019 juga turut dimeriahkan dengan acara demo pengisian daya listrik di SPLU, deklarasi Jateng dukung produk ber-SNI dan ramah lingkungan, hiburan musik dan kuis berhadiah produk SNI, serta games dan doorprize di panggung berhadiah produk ber-SNI. (riz)

Rekomendasi

Berita Terbaru

Lihat Semua