Bank Indonesia: Denpasar dan Singaraja Sumbang 83 Persen Inflasi di Bali

Rabu, 23 Oktober 2019 : 00.00
Denpasar - Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho mengungkapkan Kota Denpasar dan Singaraja memang memberikan kontribusi 83% inflasi di Pulau Dewata.

Mengatasi hal tersebut khusus untuk di Denpasar pihaknya bersama Pemkot Denpasar berkomitmen untuk menjaga inflasi di Kota Denpasar agar tetap rendah.

Meskipun adanya inflasi tapi termasuk rendah di bawah 3% dan bahkan tahun ini prediksinya terjadinya inflasi hanya 2,9% ini artinya di bawah target nasional.

Sesuai perkiraan bulan Oktober akan terjadinya deflasi namun sesuai dengan pengalaman setiap tahun setiap bulan Desember akan terjadinya kenaikan inflasi.

"Karenanya, kami sangat senang berbagai upaya telah dilakukan Pemkot Denpasar untuk menekan inflasi," tegas Trisno saat High Level Meeting di Ruang Praja Utama Kantor Walikota Denpasar, Selasa (22/10/2019).

Trisno melanjutkan, salah satunya menggelar berbagai pogram yang dilakukan Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kota Denpasar dan kerjasama PD Pasar dengan Bulog dalam menyediakan stok beras, gula maupun minyak di 13 pasar dan 36 pasar tradisional.

"Jika inflasi bisa dijaga dengan baik maka masyarakat bisa membeli dengan harga yang murah dan mereka pun sejahtera," tandasnya. Menurutnya dikuater terakhir bulan ini Kota Denpasar deflasi 0,2% dan bulan. Meskipun demikian di bulan Desember harus tetap di waspadai terjadinya inflasi.

Untuk itu, yang perlu di waspadai untuk menekan inflasi adalah pada bahan kebutuhan pangan seperti cabai merah, bawang merah, bawang putih. Untuk menekan kenaikan menurutnya Pemkot Denpasar melalui PD Sewaka Dharma bisa menyetok bahan pangan yang cepat rusak dengan menggunakan CAS.

Karena dengan memiliki CAS Pemkot Denpasar bisa menyimpan bahan pangan yang cepat rusak tetap seger dengan waktu yang begitu lama. Bahkan dengan meiliki CAS Pemkot bisa menjadi pusat suplay tersesar di Bali.

“Semoga CAS ini segera dimiki Kota Denpasar mengingat Kementerian perdagangan telah mendukung terkait hal ini,” ucapnya.

Setiap menyambut hari besar keagamaan maupun akhir tahun, Kota Besar identik mengalami inflasi, tak terkecuali Kota Denpasar. beberapa bahan pokok yang biasa menyebabkan inflasi yakni pangan seperti cabai, bawang putih maupun bawang merah.

Guna menekan terjadinya inflasi khususnya pada bahan pangan yang cepat rusak Pemerintah Kota Denpasar akan mengupayakan penyediaan Controlled Atmosphere Storage (CAS). (rhm)
Bagikan Artikel

Rekomendasi