menu
search

Awasi Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat, KPPU Libatkan Kampus

Kamis, 31 Oktober 2019 : 06.54
Surabaya - Ketua KPPU Kurnia Toha mengatakan dalam melakukan pengawasan praktek monopoli dan persaingan tidak sehat telah mengembangkan paradigma baru.

Hal itu disampaikan Kurnia saat menjadi pembicara dalam Sosialisasi Persaingan Usaha yang bertajuk "Peran Otoritas Lembaga Persaingan Usaha di Era Inovasi Disruptif".

Selain ketua KPPU, sosialisasi dihadiri Ketua Pusat Studi Bisnis dan Persaingan Usaha Universitas Airlangga, Wisnu Wibowo, serta Wakil Dekan II Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (FEB Unair), Ahmad Rizki Sridadi.

Sosialisasi dilaksanakan di FEB Unair, Kamis (30 Oktober 2019, merupakan implementasi Kerjasama KPPU dan FEB Unair serta merupakan program awal Pusat Studi Bisnis dan Persaingan Usaha.

Dalam paparannya Kurnia menyampaikan bahwa saat ini dunia telah memasuki era baru, yaitu Era Inovasi Disruptif atau Era yang terjadi ketika suatu inovasi baru masuk ke pasar dan menciptakan efek disrupsi yang cukup kuat sehingga mengubah struktur pasar yang sebelumnya.

Era Inovasi disruptif membawa beberapa konsekuensi yang harus dihadapi Otoritas persaingan usaha diantaranya terkait perubahan struktur pasar, bentuk - bentuk penguasaan pasar serta perilaku pasar yang sudah tidak lagi cukup dianalisa dengan pendekatan konvensional.

Untuk itu KPPU saat ini tengah mengembangkan paradigma baru dalam mengawasi praktek monopoli dan persaingan usaha tidak sehat yang saat ini mulai muncul.

"Trmasuk memberi saran dan pertimbangan pada kebijakan yang akan dan telah diambil oleh pemerintah", jelas Kurnia. Pengembangan paradigma baru ini tentu saja membuka ruang bagi kalangan akademisi untuk berpartisipasi memberikan pemikiran-pemikiran kritis dan solutif.

"Kami optimis dengan adanya kontribusi dari kalangan akademisi, salah satunya adalah masukan dari Pusat Studi Bisnis dan Persaingan Usaha Unair ini, dapat membuat analisa yang dilakukan KPPU semakin komprehensif," tegas Kurnia.

Kondisi di era disruptif ini juga mendapat perhatian serius di kalangan akademisi FEB Unair.

"Tantangan yang dihadapi KPPU dalam mencapai kesejahteraan rakyat di era disruptif melalui persaingan usaha yang sehat cukup besar, dan ini bukan cuma PR KPPU saja melainkan harus menjadi perhatian publik, termasuk kalangan akademisi," ungkap Wisnu.

Senada itu, Rizki turut menegaskan kesiapan Pusat Studi Bisnis dan Persaingan Usaha FEB Unair dalam proses pengembangan paradigma baru terkait persaingan usaha.

"Kami siap menjadi mitra KPPU dalam menjalankan pengawasan dunia usaha baik melalui kajian maupun diseminasi hasil kerja KPPU" demikian Rizki. (rhm)

Rekomendasi

Berita Terbaru

Lihat Semua