menu
search

Angkat Nangun Kriya Kerthi, Balicraft 2019 Tampilkan Karya Kerajinan Terbaik

Kamis, 03 Oktober 2019 : 17.35
 Sekretaris Dharma Pertiwi Daerah J Betsy Jemz Ratu Edo (tengah) bersama Dharma Pertiwi Unsur Persit
Denpasar - Ajang Bali Craft mengangkat tema “Nangun Kriya Kerthi” menampilkan karya kerajinan terbaik dan disertai pertunjukan seni budaya Bali.

Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) membuka secara resmi Bali Craft 2019 yang diselenggarakan ASEPHI di Plaza Renon, Denpasar, Rabu (2/10/2019).

Acara dihadiri Sekretaris Dharma Pertiwi Daerah J, Wakil Ketua Dharma Pertiwi Daerah J dari Unsur Persit, Unsur Jalasenastri dan Unsur Pia Ardagarini.

Dharma Pertiwi Daerah J turut berpartisipasi dalam acara Bali Craft Exhibition dengan menampilkan model ibu-ibu pengurus Dharma Pertiwi dari unsur Persit, Jalasenastri dan Pia Ardagarini.

Dalam kepengurusan Dharma Pertiwi Daerah J, Ketua Dharma Pertiwi Daerah J  Riza Benny Susianto dan Wakilnya masing-masing unsur yaitu PERSIT  Rina Suharyadi, unsur PIA Alida Wibowo dan unsur Jalasenastri Lina Henricus dan Sekretaris Dharma Pertiwi Daerah J Betsy Jemz Ratu Edo dan Pembina Harian Dharma Pertiwi Daerah J Aster Kasdam IX/Udayana Kol Inf Jemz A Ratu Edo.

Pengunjung juga dapat menikmati kekayaan seni dan budaya Bali yang dituangkan dalam kerajinan atau handycraft. Dengan sentuhan tangan-tangan terampil menghasilkan suatu karya indah penuh dengan filosofi dan kesan simbolik yang memberi makna sangat berarti.

Bali selain sebagai destinasi pariwisata juga sebagai etalase produk karya kerajinan terbaik se-Nusantara, karya kerajinan tersebut secara khusus dihadirkan dalam suguhan Bali Craft.

Ketua ASEPHI Bali Ketut Dharma Siadja
Ketua ASEPHI Bali Ketut Dharma Siadja mengungkapkan, eksistensi kerajinan dewasa ini menunjukan kerajinan merupakan bagian dari seni dan budaya yang patut dilestarikan.

"Dengan adanya multietnis di Bali juga menjadikan akulturasi di karya kerajinan para pengerajin," tuturnya.

Upaya menampilkan kerajinan yang makin bermutu dan kreatif merupakan motivasi Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) Bali merancang kegiatan Bali Craft.

"Kegiatan ini juga sebagai ajang pembuktian bahwa sektor kerajinan merupakan tulang punggung bagi perekonomian nasional yang harus dikembangkan dan dimajukan dewasa ini," jelasnya didampingi Ketua Panitia Bali Craft, Ni Wayan Ria Mariani.

Ibu-ibu Dharma Pertiwi menampilkan model karya mereka dalam Bali Craft 2019
Ditambahkan, ajang Bali Craft ini juga sebagai apresiasi kepada para pengerajin dan penggiat seni yang turut menjadikan Bali sebagai sebuah destinasi unik dengan adat dan budayanya yang terkenal di seluruh dunia.

Pada bagian lain, Mariani menambahkan, Bali Craft menjadi event pertama kali digelar, yang awalnya mulai dari hal kecil sehingga ke depan, makin tahun bisa menjadi lebih besar agar bisa menampung lebih banyak lagi industri kecil menengah (IKM).

Berbagai kegiatan digelar mulai fashion show, lomba handycraft yang diperuntukkan bagi pelajar SMA/SMK dan umum, untuk memacu kreativitas generasi muda.

"Kami ingin memacu adik-adik untuk berkreasi dalam hal handycraft, agar bisa menjadi sesuatu yang menarik lagi, bisa diproduksi massal dan mengandung kearifan lokal," katanya menambahkan.

Dipilihnya tempat di pusat perbelanjaan di Denpasar, diantaranya juga melakukan tes pasar terhadap produk kerajinan.

Diantara kegiatan yang dikampanyekan seperti penggunaan bahan ramah lingkungan seperti lunch box yang diguanakan sehari-hari, agar mereka lebih kreatif sehingga bisa diproduksi lebih massal sehingga nantinya pemenanganya akan disosialisasikan ke rumah makan-rumah makan atau institusi pemerintahan. (rhm)

Rekomendasi

Berita Terbaru

Lihat Semua