menu
search

Ajak Warga Bali Bertani, Gubernur Koster Ingin Geser Ketergantungan Pariwisata

Jumat, 18 Oktober 2019 : 10.38
Gubernur Bali I Wayan Koster/ist
Denpasar - Secara perlahan Bali mulai akan menggeser ketergantungan kepada sektor pariwisata dengan melirik sektor pertanian karenanya masyarakat diajak kembali untuk bertani guna lebih meningkatkan dunia pertanian.

Gubernur Bali I Wayan Koster menyampaikan hal itu pada acara gala dinner dan malam kesenian 16th Asian Food Conference 2019, di Jayasabha Denpasar, Kamis (17/10/2019) malam.

"Perlahan, kami akan menggeser ketergantungan pada pariwisata ke sektor primer seperti pertanian. Berkaitan dengan itu, dari total 4,2 juta penduduk Bali, 60 persen di antaranya diharapkan mampu berprofesi sebagai petani, sehingga punya pondasi ekonomi untuk jangka panjang," tegas Ketua DPD PDI Perjuangan Bali ini.

Koster mengungkapkan, salah satu kebijakan yang tengah disusun pihaknya saat ini adalah memprioritaskan sektor pangan. "Visi saya adalah pengelolaan dari hulu ke hilir, dan kami sangat butuh pengetahuan para ahli pangan untuk mewujudkan itu," katanya menegaskan.

Selama ini, kebijakan pemerintah banyak bertumpu di hulu. Nanun setelah ada hasil, malah tidak diurus dengan baik. Musim jeruk, manggis, anggur, harganya jatuh saat panen.

"Petani kurang sejahtera. Ini harus diurus lengkap secara menyeluruh," ujar pria kelahiran Sembiran, Kabupaten Buleleng itu. Kebijakan yang tertuang dalam Pergub 99 tahun 2018 tentang pemanfaatan dan pengelolaan hasil pertanian, perlu dukungan para ahli.

"Kami perlu banyak bergaul dengan ahli pangan untuk mengembangkan industri pengolahan pangan serta membuat sentra-sentra pengolahan pangan," katanya.

Kontribusi sektor pertanian dan pangan baru menyumbang 14,5 persen dari total pendapatan Bali, di mana sektor pariwisata telah menyentuh angka 69 persen.

"Kami ingin mengubah ini, agar tidak timpang. Nilai tukar hasil komoditi petani masih kecil. Perlu hilirisasi pertanian untuk pengembangan sektor pangan di Bali," ujarnya, menandaskan.

Untuk itu, Koster mengaku akan mengundang para ahli untuk berdiskusi dan mencari solusi.

Presiden The Federation of the Institute of Food Science and Technology in ASEAN (FIFSTA) Prof Umar Santoso, mengatakan, pihaknya yang juga mewakili perhimpunan ahli pangan Indonesia, mengapresiasi tinggi gala dinner yang diselenggarakan Gubernur Bali.

"Kami berharap bisa mendapatkan banyak manfaat dari penyelenggaraan konferensi di Bali," ujarnya.

Banyak agenda mulai dari workshop hingga kompetisi antarmahasiswa selama 3 hari di Bali yang digelar dari kolaborasi dengan Fakultas Tekonologi Pertanian Universitas Udayana (Unud).

Umar menyatakan siap membantu dan mendukung program gubernur untuk memperkuat sektor pertanian dan pangan, mulai dari pascapanen, gizi, bidang pengolahan hingga distribusi pangan.

"Kebetulan anggota kami kebanyakan dari bidang teknologi pertanian dan pangan, kami siap membantu," imbuhnya. (rhm)

Rekomendasi

Berita Terbaru

Lihat Semua