70 Persen Lulusan Pendidikan Kelautan Perikanan Terserap Dunia Usaha dan Industri

Minggu, 13 Oktober 2019 : 16.53
Lomba dan Workshop Kewirausahaan Sektor Kelautan dan Perikanan dengan tema ‘Mencetak Generasi Milenial Unggul’ di Jakarta,
Jakarta - Mayoritas lulusan Pendidikan Perikanan di Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) di lingkungan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terserap dunia usaha dan industri.

Kepala BRSDM Sjarief Widjaja menyebutkan sebanyak 70 persen lulusan satuan pendidikan kelautan dan perikanan (KP) telah terserap dalam dunia usaha dan dunia industri.

"BRSDM juga menargetkan minimal 10 persen dari setiap lulusan pendidikannya menjadi entrepreneur," harap Sjarief.

Dalam kerangka itulah, dihelat kegiatan Lomba dan Workshop Kewirausahaan Sektor Kelautan dan Perikanan dengan tema ‘Mencetak Generasi Milenial Unggul’ di Jakarta, Sabtu (12/10/2019).

Hal tersebut didukung dengan sistem pembelajaran Teaching Factory (TEFA) link and match dengan dunia usaha yang telah diaplikasikan dalam lima tahun terakhir untuk menunjang pendidikan vokasi.

Kegiatan ini terlaksana guna mewujudkan Nawacita Jokowi-JK pada agenda prioritas ke-7.

Dikatakan bahwa pemerintah akan mewujudkan kedaulatan keuangan bagi nelayan, pembudidaya ikan, dan pelaku usaha kelautan dan perikanan skala mikro dan kecil dalam rangka memajukan sektor kelautan dan perikanan dengan bertumpu pada visi Indonesia sebagai poros maritim dunia.

Potensi sumber daya kelautan dan perikanan saat ini sebagian besar belum dimanfaatkan secara optimal untuk menciptakan lapangan usaha, menyerap tenaga kerja, mengurangi kemiskinan, dan meningkatakan kesejahteraan masyarakat.

"Sempitnya lapangan pekerjaan merupakan masalah yang belum terpecahkan. Ditambah lagi rendahnya penyerapan tenaga kerja oleh dunia usaha dan dunia industri yang disebabkan sumber daya manusia yang dimiliki tidak mempunyai keterampilan yang memadai (unskill labour)," tutur Sjarief.

Atas landasan tersebut, KKP berkomitmen penuh meningkatkan kuantitas, kualitas, dan kapasitas sumber daya manusia kelautan dan perikanan.

Saat ini, salah satu usaha yang dilakukan KKP untuk meningkatkan jumlah wirausaha adalah memasukkan kegiatan kewirausahaan ke dalam mata pelajaran/mata kuliah baik pendidikan menengah maupun pendidikan tinggi lingkup KKP.

"Program kewirausahaan sudah dilakukan secara parsial pada satuan pendidikan kelautan dan perikanan. Tahun ini merupakan tahun pertama kita menyelenggarakan Gelar Kompetisi Kewirausahaan lingkup KKP. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat menciptakan wirausaha muda," terangnya.

Di samping itu, sumber daya manusia yang dihasilkan diharapkan memiliki karakter unggul dan memiliki kompetensi sehingga menjadi tenaga kerja profesional, memiliki jiwa wirausaha yang kuat, dan berkarakter baik.

Dengan demikian dapat menjadi kekuatan bagi pengembangan dunia usaha dan dunia industri kelautan dan perikanan.

Tantangan di masa depan akan lebih berat. Tantangan-tantangan itu belum tentu dapat dihadapi dengan sekadar pengetahuan dan hard skills yang diperoleh langsung melalui pendidikan akademik.

Namun juga diperlukan kompetensi dan keterampilan lain atau soft skill, seperti keterampilan berkomunikasi, berorganisasi, dan kepemimpinan, serta berbagai keterampilan lain.

"Semua proses kreatif, inovatif, dan proaktif adalah modal besar yang mutlak dimiliki para lulusan untuk berhasil di dunia nyata," jelasnya.

"Untuk mengatasi kendala dimaksud, KKP membentuk Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (LPMUKP) sebagai Badan Layanan Umum (BLU) bidang permodalan usaha kelautan dan perikanan.

Diharapkan peserta gelar kompetisi kewirausahaan hari ini dapat memperoleh bantuan modal usaha dari LPMUKP setelah lulus dari satuan pendidikan kelautan dan perikanan.

Kepala Pusat Pendidikan KP, Bambang Suprakto, menyampaikan bahwa peserta Gelar Kompetisi Start Up Nasional berasal dari pemenang kompetisi kewirausahaan yang dilaksanakan di satuan pendidikan KP, yang terdiri dari 14 kelompok dari pendidikan tinggi KP (STP dan Politeknik KP) dan 11 kelompok dari pendidikan menengah (SUPM).

"Selain Gelar Kompetisi Start Up Nasional kami juga menyelenggarakan Workshop Kewirausahan yang diikuti oleh siswa SMA dan mahasiswa Perguruan Tinggi Nasional. Dalam kesempatan ini juga akan diberikan penghargaan kepada guru dan dosen berprestasi di lingkungan KKP berupa penghargaan Adibakti Mina Bahari," ujar Bambang.

Kegiatan ini terselenggara atas inisiasi Pusat Pendidikan KP dan Jurusanku.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Pejabat Eselon I, II, III, hingga IV lingkup KKP; Kepala Satuan Pendidikan lingkup KKP; Koordinator Entrepreneur Business Centre (EBC) satuan Pendidikan Kelautan dan Perikanan; serta mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi di Indonesia seperti Universitas Padjadjaran, Universitas Udayana, Universitas Diponegoro, UPN Veteran, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Gajah Mada, Universitas Prasetiya Mulia, Universitas Negeri Yogyakarta, hingga Universitas Hasanuddin. (rhm)

Rekomendasi